Showing posts with label my favourites. Show all posts
Showing posts with label my favourites. Show all posts

Still... - Esti Kinasih

Still...Still... by Esti Kinasih
My rating: 4 of 5 stars

Setelah sekian lama pengen baca buku ini akhirnya kesampaian.

Cerita dibuka dengan hancurnya hubungan Rei dan Langen karena ego masing-masing. Saat Langen, Fani, Febi hunting cari cowok baru buat Langen, justru Fani yang dapet gebetan baru. Hal itu diketahui oleh Bima, pacar Fani yang super nyeremin. Intimidating dan posesif. Buat Bima, cinta bisa dipupuk, yang penting dia pertahanin sekuatnya. Saat Bima tau Fani punya gebetan, ia melakukan cara yang ekstrem untuk mempertahankannya (malah cenderung psycho!). Seperti pasir yang digenggam terlalu erat, perlahan akan lepas juga. Fani super happy saat akhirnya ia terlepas dari Bima, Bima terpukul dan berusaha tegar sambil memungut hatinya yang berceceran. Fani akhirnya menyadari bahwa Bima tidak seburuk yang ia kira. Sampai akhirnya Bima dengan lugas berkata, "Aku cinta kamu. Sekarang. Mudah-mudahan sampai nanti." Bagian Rei-Langen meskipun nggak banyak, tetapi juga cukup menyentuh hati juga akhirnya. Terutama saat pengakuan Langen kenapa ia nekat untuk "buka-bukaan" saat kebut gunung.

Sejak baca seri pertamanya: Cewek!!! pasangan favorite saya memang Bima-Fani, karena Rei-Langen terlalu rumit dan Rangga-Febi terlalu plain, sedang Bima-Fani lebih ke lucu. Nggak nyangka hanya butuh satu hari untuk menyelesaikannya saking tenggelamnya saya dalam cerita percintaan mereka. Saya yang sudah lama antipati dengan Teenlit sejak isinya hanyalah cerita-cerita bak FTV, malah jatuh cinta dengan Still... . Ceritanya memang standar, penuh drama, kayak FTV juga, tetapi dalam dunia penulisan memang gaya bercerita dan gaya bahasa penulisnya yang bisa memenangkan hati pembacanya. Mau se simple, se klise, se murahan apapun ide ceritanya, jika penulis bisa mengemasnya dengan apik, buku tersebut pasti tetap bisa dibilang bagus.

Kembali ke novel ini, berbeda dengan Cewek!!! yang lebih banyak humornya, Still... malah lebih banyak galaunya. Kalimat-kalimat pilihan Esti bikin yang baca pun ngerasa jadi 'jleb'. Still... seperti reminder, bahwa sekuat atau setangguh apapun perempuan, mereka tetap ingin dilindungi. Ego yang terlalu besar, tidak akan membuat seseorang hargai. Sebesar-besarnya ego laki-laki, toh akhirnya mereka harus sedikit meredamnya untuk menghadapi perempuan hehehe.

Membaca buku-buku Esti, membuat saya berfantasi akan cowok biasa, apa adanya, bukan prince charming, tapi begitu gentle dan adorable dengan gayanya sendiri. Serta romance yang khas, lucu, menghibur, lugas, nggak menye-menye, tetapi tetep dramaaa banget. But, who can avoid the drama in real life, anywaaay? Hehehe. Pokoknya buku ini cocok buat yang lagi haus romance drama yang ringan (kayak saya sekarang gini :P). Dan selamat jatuh cinta sama Rei atau Bima!

View all my reviews on Goodreads
0

Lily Collins and Her Signature Eyebrows (Glamour, Aug 2012)


I like her! Since the first time I saw her in The Blind Side. See her interview with Glamour here:
Glamour: What'd you think when you found out Victoria had chosen you for this issue?
Lily Collins: I was so honored! I grew up adoring the Spice Girls. And you can't touch her when it comes to fashion. She owns every outfit she wears. I don't know how she handles all of those kids—and in heels!
Glamour: What's your approach with makeup?
LC: Less is more. When I travel to Europe, I go days without putting anything on. It feels healthier. I just never understood the idea of caking it on. The more you have on your face, the more there is to smudge and go wrong.
Glamour: Your eyebrows have become your signature. How does it feel to have one part of your body be so obsessed over?
LC: Big brows weren't the look in L.A., where I grew up. But my mom instilled in me that it's the quirky things that make you beautiful.

Glamour: You've worked with the most beautiful women in Hollywood. Picked up any tips?
LC: With Sandra Bullock, Julia Roberts, Julianne Moore, and Jennifer Connelly, they weren't fussy with hair and makeup. They all exude this inner and outer beauty. I learned that no matter how big you get, it's still important not to let anything go to your head.
0

Teen Vogue Fashion Photography



Photography created to make you feel something everytime you see the picture. It captures life. Since the first time i read Teen Vogue, I fall in love with its fashion photography. They usually using a professional and senior photographer. No doubt the pictures always look stunning!












0

(Book Review) Seribu Kunang-Kunang di Manhattan


After looking for this book for a very very very loooong time, I finally found it in some online shop. :))
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah kumcer Umar Kayam pertama yang gue baca. Sejak baca reviewnya di blog Friendster nya Kanya beberapa tahuuuuun yang lalu (iya, Friendster, kebayang kan tahun kapan?) saya langsung jatuh hati. Kumcer ini terdiri atas 10 cerpen karya Umar Kayam dari tahun 60-an sampai 80-an (4 terakhir bisa dibilang novelet sih? Atau cerpen yang kepanjangan), enam diantaranya ber-setting di New York, USA, empat sisanya berlatar belakang kemelut politik Indonesia di tahun 60-an sampai 80-an.

  1. Seribu Kunang-Kunang di Manhattan
  2. Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa 
  3. Sybil 
  4. Secangkir Kopi dan Sepotong Donat : 
  5. Chief Sitting Bull
  6. There Goes Tatum
  7. Musim Gugur di Connecticut
  8. Bawuk
  9. Kimono Biru Buat Istri
  10. Sri Sumarah

Enam kisahnya bercerita tentang begitu tidak pedulinya kota Manhattan. Manhattan is like a giant creature, eating the society. Orang-orang tua yang tidak peduli dengan anak-anak mereka, tenggelam dalam kesibukan kota. Tetangga-tetangga yang tidak peduli dengan tetangganya. Wanita yang rindu akan belaian kasih sayang. Orang tua yang bertingkah seperti anak kecil. Serta pemuda Indonesia yang meski jauh merantau ke kota yang disebut-sebut sebagai “the city that never sleep”, ia merindukan tanah airnya.

Empat kisah lainnya bercerita kemelut dunia politik di Indonesia tahun 60-an. Tentang permainan politik, suap menyuap secara halus. Tentang kerinduan akan sedikit kebebasan sederhana, merasakan hangatnya pelukan sang istri, tentang kebahagiaan sederhana mendengar pergerakan si jabang bayi dalam rahim sang istri. Tentang keikhlasan perempuan-perempuan yang suami atau anaknya memilih jalan sebagai aktivis PKI. Tentang bagaimana priyayi bertutur dan berserah pada Tuhan. Tentang bagaimana kesetiaan seorang istri yang hanya menginginkan suaminya dan kebebasan akan hidup. Tentang kepolosan wanita desa. Tentang ibu-ibu yang berjuang. Dan tentang berserah diri.

Untuk ukuran tulisan jaman segitu, Umar Kayam bisa dibilang cukup 'metropop' pada jamannya hehehe. Mungkin satu-satunya cerpen jaman itu yang terdapat kata 'superb' dan 'sophisticated', atau reaksi, "So what?" hahahaha. Bahasanya sangat lugas, nggak bertele-tele, nggak mendramatisir. Kalau baca, akan terasa sekali logat Jawa kental dalam penuturannya. Saya tenggelam membaca kumcer ini, ikut sedih waktu Tono ditahan pada cerpen "Musim Gugur di Connecticut".  Atau kepasrahan dan kepolosan Bu Sri pada "Sri Sumarah". Juga galaunya Bawuk waktu ia mencari suaminya yang ditangkap, serta galaunya Nyonya Suryo waktu anaknya pergi cari suaminya dalam "Bawuk".

Entah kenapa buku ini nggak masuk daftar list sastra yang bagus untuk dibaca, karena susah banget nyarinya even di public library sekalipun di Jakarta (saya sih survey di internet, di web pencarian buku secara online gabungan beberapa public national library di Jakarta). Apa mungkin karena latarnya PKI gitu? Jadi kurang di rekomendasikan? Atau karena beberapa ceritanya memang diperuntukkan genre dewasa jadi nggak masuk dalam silabus mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia?

Quotes:
"Oh, Tuhan yang baik dan agung. Untuk kesekian kali Kau buktikan bahwa ciptaan-Mu bernama manusia adalah ciptaan-Mu yang paling kreatif, elastis, dan ekspansif. Dalam keadaan netral dia minta jumper, dalam keadaan nrimo dia minta Topaz, dalam keadaan putus asa dia minta apa saja, dalam keadaan optimis dia minta kimono.."

"Perempuan bukan sekali itu saja minta untuk sekedar minta. Ingin dimiliki. Bukankah dulu Sembadra minta gamelan Lokananta dari surga kepada Arjuna juga untuk sekedar memilikinya? Dan Arjuna memberinya? Kalau suami--laki-laki yang dititipi oleh nasib untuk sementara menjaga perempuan--itu tidak mengerti akan permintaan seperti itu, lebih baik dia mengembalikan mandat kepada nasib dan bersedia menerima nasib yang berbeda."

"Calon sarjana yang baik dan jujur itu mesti mencoba selalu terbuka sikapnya karena itu semua buku, teks atau bukan, kiri atau kanan, mesti dibaca.."

"Ah, ya. Nasi bungkus itu akan selalu mesti dibeli dan dibagi kapan saja, Mus. Bentuknya bisa lain-lain, ukurannya bisa lain-lain. Tapi politik, ah, apa saja, juga dagang, juga perang, semua ada urusannya dengan nasi bungkus itu."

"Sebab pertanyaan 'mengerti' tidak untuk dijawab mengerti karena 'mengerti' adalah mencari untuk mengerti"

0

Pretty Little Chat About "Pretty Little Liars"

Oh Please!
I should write this since a loooong time ago, since the first time I fell in love with Pretty Little Liars.


Pretty Little Liars adalah film seri ABC Family, yang mayoritas penggemarnya adalah anak-anak labil. Seriously, PLL is soooo fu*kin' hits di USA sampai Australia. Gue yang awalnya malas sekali dengan cerita-cerita drama yang pacarannya muter-muter doang sekitar geng tersebut kayak 90210 atau Gossip Girl. But one night, I watched Pretty Little Liars "Pilot" episode in Warner. I'm already in love with the color tone, the soundtrack, and the casts. Gila ya, nggak ada cast PLL yang jelek! Semua cantik! Mau Geng Liars-nya atau pemain di luar Geng Liars. Cowoknya juga ganteng-ganteng semua. Bener-bener bikin mata seger banget walaupun ternyata ceritanya di luar yang gue pikirkan. Ada beberapa episode yang kalo kalian tonton, bulu kuduk kalian akan merinding. Bukan, ini bukan murder case. Ini lebih ke psychological thriller. Nggak juga sih, drama juga tapi agak thriller gitu. Dan yang bikin gue makin pengen nonton adalah RASA PENASARAN YANG NGGAK KETULUNGAN. Baru nonton episode "Pilot" aja, gue udah googling siapa A dan apakah Alison masih hidup!

Pretty Little Liars menceritakan tentang 5 cewek cantik di small town Rosewood, Pennsylvania yang punya ugly secrets.

  • Alison DiLaurentis (The Queen Bee) : Alison (Sasha Pieterse) ini ketua gengnya. Every girls want to be her, boys want to date her, parents want her to be their child. Tapi Alison ini tipikal mean girl dan banyak yang nggak suka sama dia. Dia bisa jadi sahabat yang baiiiiiik banget terus berubah jadi mean girl banget even sama sahabatnya. Ali milih Aria, Hanna, Spencer, Emily buat jadi anggota grupnya. Padahal empat cewek ini tadinya loser. Mungkin karena mereka bisa jadi puppetnya Ali. One day, liars lagi sleepover di barn-nya Spencer, kemudian Ali tiba-tiba hilang. Sampai setahun kemudian mereka baru nemuin jasad Alison.
  • Aria Montgomery : Aria (Lucy Hale) ini yang pertama kali gue liat cantiiik banget. Dia sama Ali pernah mergokin bapaknya make-out sama muridnya. Kemudian Ali maksa Aria untuk bilang ke ibunya (yee, keluarga juga keluarga siapaaa sih yaa Ali ini emang nyebelin hahaha). Bapaknya tau kalau Aria mergokin mereka, kemudian The Montgomerys pindah ke Iceland selama setahun. Pas mereka kembali setahun kemudian, Aria nggak sengaja ketemu cowok di bar dan mereka make out. Turns out, cowok itu adalah guru Bahasa Inggrisnya, Ezra Fitz. Oiya, Aria juga dibilang "the best liar" karena paling bisa bohong.
  • Hanna Marin :  Hanna (Ashley Benson) diceritain dulunya adalah cewek gendut yang sering di bully sama Alison. Setelah Alison hilang, Hanna mengidap eating disorder sampai jadi kurus. Hanna juga temenan sama Mona Vanderwaal, cewek yang sering di bully sama Ali karena Mona dulunya loser dan nerdy gitu. Pasca hilangnya Alison, Mona jadi cantik dan gaul banget. Hanna and Mona are the most popular girls in Rosewood High. Hanna sama Mona juga iseng-iseng shoplifting sampai akhirnya mereka ketawan, terus ibunya Hanna back-up Hanna dengan tidur sama Det. Wilden.
     
  • Spencer Hastings : Spencer (Troian Bellisario) cewek paling pinter diantara Liars. Seringnya dia jadi 'detektif' di hampir kejadian-kejadian apesnya Liars hahahaha. Spencer ini orang tuanya lawyers, terus she care so much about winning in everything. Dia juga bisa dibilang nerds. Dan Spencer tajir banget keluarganya. Selain nerds, Spencer juga aktif dimana-mana, kayak main hockey dan tennis. Dia pernah kissing sama pacar kakaknya, dan kepergok sama Alison. Terus Alison ngancem mau lapor ke kakaknya, Melissa. Makanya hubungan Spencer dan Alison emang kurang baik. Karena tenyata Alison juga suka sama pacarnya Melissa, Ian. Ali juga pernah bantuin Spencer menang class president dengan cara curang. Pasca Ali hilang, Spencer juga nggak sengaja kissing sama tunangan kakaknya, Wren.
  • Emily Fields : Emily (Shay Mitchell) ini cewek sporty diantara liars. Dia jago banget renangnya. Em juga gay (kalau di buku sih dia bisexual). Dia pernah suka sama Alison, dan mereka sempet kissing di library. Dari semua liars memang Em yang paling sayang sama Alison makanya dia suka dibilang "the weakest link". Setelah hilangnya Ali, Emily naksir tetangganya (menempati bekas rumah Ali) yang lesbian juga, Maya St. Germain. 
Setelah Aria balik dari Iceland, Hanna; Spencer; Emily mulai di teror dengan text-text yang isinya ngebeberin rahasia mereka, menyindir mereka, meneror mereka juga, dengan signature "-A" kayak Alison. Liars parno rahasia mereka nggak aman, terutama rahasia yang bakal mereka bawa sampai mati, yaitu "The Jenna Thing" waktu mereka ngebakar garasinya Jenna Marshall dan nggak sengaja bikin Jenna buta. Awalnya mereka pikir Ali masih hidup, karena Spencer pernah liat bayangan cewek blonde hair di kamar Ali (yang ceritanya sebrang-sebrangan sama kamar Spencer) persis Ali. Sampai akhirnya polisi menemukan jasad Ali di rumah keluarga St. Germains. Si -A ini selain super kepo dan bitchy kayak Alison, dia juga bisa ngelakuin apa aja dan selangkah lebih depan dari liars. -A bisa ngerusak hubungan liars, hidup liars, sampai (season 4 ini) mereka ngejar-ngejar orang tua liars! Dan yang gue suka, di Pretty Little Liars (sampai saat ini sih) nggak ada cowok-cowok yang digilir diantara liars hahahaha. Berikut cowok-cowok liars antara lain:
  • Ian Thomas : Ini cowok kakaknya Spencer, dia dibunuh di akhir season 1, kayaknya Ian tau banyak banget kejadian Ali hilang malam itu.
  • Wren Kingston (Jullian Morris) : Dokter british super hot ini agak-agak player juga, soalnya dia baik sama semua cewek hahahaha.
  • Toby Cavanaugh (Keegan Allen) : Toby ini awalnya ngejar Emily. Pernah dipaksa Ali untuk ngaku dia yang start the fire di "The Jenna Thing" ternyata Toby sempet suka sama Ali. Toby juga pernah dijadiin tahanan rumah karena ada bukti yang menguatkan kalo dia bunuh Alison (gara-gara Spencer juga sih). Tapi pada akhirnya Toby malah jadian sama Spencer dan mereka supeeeer sweeeeettttt!
  • Caleb Rivers (Tyler Blackburn) : Caleb ini hacker, pernah diminta Liars untuk investigating -A tapi ujung-ujungnya Caleb kena juga dikerjain sama -A. Dia ini akhirnya jadian sama Hanna, dan dia baik banget sama Hanna. Cuma Hanna suka nge-push dia supaya dia aman.
  • Ezra Fitz (Ian Harding) : Ezra sebenernya ganteng tapi entahlah, gue kesel dengan tokohnya dia hahaha. Karena dia sama Aria pacarannya terlalu serius, terlalu dewasa, tapi nggak berbuat apa-apa untuk lindungin Aria.
  • Noel Kahn (Brant Daugherty) : Sebenernya gue lebih setuju Aria sama Noel, karena Noel kalo di buku sweet banget. Terus tokoh Noel di film dibikin menyebalkan sekali hahaha. Noel ini kayaknya tau banyak tentang beberapa hal. Dia tuh tipikal cowok populer sok asik tapi nyimpen rahasia hahaha.
  • Lucas (Brendan Robinson) : Lucas ini suka dipanggil 'hermie' sama Ali, soalnya dia kalo ngomong emang agak manis. Dia diem-diem suka sama Hanna, tapi nggak berbalas. Dia juga sering diancam dan disuruh-suruh sama Mona.
  • Jason DiLaurentis (Drew Van Acker) : Kakak Alison ini kayak sering nyimpen sesuatu. Kayak tahu banyak tapi nggak punya temen gitu. Jason ini sebenarnya hasil hubungan gelap bapaknya Spencer dan ibunya Ali. Jadi Spencer sama Ali memang secara nggak langsung sekeluarga.
  • Garett Reynolds (Yani Gellman) : Garett bisa dibilang polisi 'anjing' di Rosewood karena bukannya melindungi, dia sebenarnya melindungi dirinya sendiri. Dari ngambil 'page 5' hasil autopsinya Alison sampe kepoin liars.
Gara-gara penuh misteri dengan -A nya banyak banget fans yang jadi punya teori (nubitol--newbie tolol--hahaha) sendiri tentang -A dan pembunuhnya Alison dari scene-scene PLL. Teori fans bahkan lebih seru daripada filmnya sendiri! Memang Marlene King dkk (creatornya PLL) suka kasih beberapa hints. Mereka juga suka ngambil dari beberapa literature atau film yang mengindikasikan kemiripan dengan episode tertentu. Kayak MK pernah bikin episode yang diambil dari film Kathy Bates, "Misery", dengan judul "Misery Loves Company" dan scene-nya kayak scene film Misery waktu si writer ini sebenernya di 'racun' supaya nggak sembuh-sembuh. Atau kayak episode season 2 finale, "UnmAsked", MK bikin episode itu terinspirasi dari "The Black Swan". Walau di akhir kita tau yang pakai kostum Black Swan itu Melissa Hastings, tapi kostum Aria Montgomery juga mengindikasikan kostum Black Swan juga. Selain itu waktu Aria dansa sama Ezra Fitz, setting tempatnya juga kayak Black Swan yang diantara cermin-cermin. MK pernah bilang kalo wardrobe Aria (yang aneh-aneh itu) beberapa ada maksudnya. Aria juga pernah pakai kostum Daisy Buchanan (The Great Gatsby), yang sebelumnya gue udah sering baca kalo Ezra itu kayak di The Great Gatsby, ada yang bilang bagian yang The Buchanans saling nggak sengaja bunuh selingkuhan pasangannya masing-masing, ada juga yang bilang Ezra obsesi dengan cewek dan punya hidden agenda gitu. Bahkan gara-gara PLL gue baca Great Gatsby! hahahaha.

So, who's -A? (post di bawah ini mengandung spoiler, jadi harap mundur kalo nggak mau terganggu)

  • In book: Mona Vanderwaal, karena dia dari dulu kan di bully Alison jadi dia mau balas dendam. Waktu ketawan, Mona sempet ngajak Spencer untuk gabung tapi Spencer nolak, terus Mona jatuh ke jurang dan mati.
    Setelah Mona mati, Mrs DiLaurentis mengenalkan anaknya Courtney DiLaurentis, kembarannya Alison yang ternyata selama ini di rumah sakit jiwa. Ternyata Courtney dan Alison tukeran identitas dari mereka grade 7, selama ini yang jadi teman Liars itu Courtney yang jadi Alison (yang sakit jiwa) terus Alison yang asli kabur dari rumah sakit jiwa kemudian bunuh Alison yang palsu (Courtney) kemudian dia jadi -A yang kedua.
  • In TV: Mona Vanderwaal, dengan alasan yang sama pluuuss dia ngerasa Liars ngerebut Hanna dari dia. Setelah ketawan, Mona stay di rumah sakit jiwa, Radley Sanitarium. Merekrut Toby Cavanaugh untuk jadi kaki tangannya selama dia di Radley. Dan ternyata Toby join karena dia kepo sama -A team hahaha. Begitu juga Spencer yang akhirnya ikut permainannya Mona jadi -A karena dia pengen tau Toby masih hidup apa nggak. Sekarang Mona juga ikut dalam lingkaran permainan -A yang baru. 
  • Yang pernah di duga -A antara lain: Jenna (because she's very sketchy sometimes dan dia juga benci sama Ali tapi selalu aja dibelokin lagi kalo Jenna dijebak); Melissa (Melissa juga benci sama Ali dari dulu dan sepertinya dia banyak ngelindungin keluarganya); Ezra (Tokoh Ezra muncul dari episode 1 dan tetap dipertahankan sampai sekarang dan beberapa kali -A nggak pernah terlalu jahat sama Aria, kayak Ezra punya typewriter, -A biasa blackmail pakai typewriter juga); Aria (-A sering kali main 'lembek' sama Aria, Aria juga dibilang 'the best liar' sama teman-temannya, wardrobe Aria juga sering kali seperti sebuah code); Ali's Twin (tapi produser dan writers TV banyak yang bilang nggak ngikutin buku, tapi yaaa buktinya mereka tetap ngikutin buku kalo Mona -A pertama. Besides, the existence of Courtney DiLaurentis is a major storyline banget di buku, they should appreciate Sara as the author. Kalo menurut gue sih lebih seru kalau Courtney tetap ada tapi jalan ceritanya dibikin lebih twisted gitu.)
Kalau banyak yang penasaran dengan teori-teori PLL, I'll recommend you to read:
- Forum lokal seperti Indowebster atau Kaskus, search ada "Pretty Little Liars"
- Blog Pretty Little Conspiracies : banyak masukan dari fans, seru, walau mereka sekarang jarang update karena mereka sekolah.
- Blog Pretty Little Secret Hints : hampir sama dengan PLC tapi lebih organize aja, karena mereka punya website sendiri sekarang (gile ya niat!).

6

Something Borrowed


  • Rachel is just average sweet woman who thinks she's never 'that hot' for Dex, who fell in love with Dex like crazy for years and never told him, who never could get Dex's code that he fell in love with her too.
  • So she accidentally told Dex that she fell in love with him. Turns out he told her that she was the only one he ever wanted in law school. And it was too late because he was gonna marry Rachel's narcist self-centred bossy bestfriend, Darcy.
  • Rachel got everything she ever wanted: Dex. That Dex seriously deeply in love with her. Like, come on, he didn't even sleep after make love with her, he watched her sleeping! With a look that every woman want to be looked at!
  • But Dex couldn't cancel the wedding, so they spent summer at Hamptons, then Rachel heard the sound of Dex and Darcy were having sex. :(
  • Meanwhile, Marcus tried to get Rachel, but please, Rachel was a smart woman, she would never interested with Marcus story about the little chipmunk, duh!
  • Darcy couldn't even write words for her wedding vow! Oh please. If you were really love him, it wasn't that hard, Darce! Then when Rachel tried to make it for her, she abandoned her to greet her fellas. Oh that bitch.
  • Ethan liked Rachel, because Rachel was like a home to him. Poor Ethan. :(
  • Darcy narcism was too much. Like, she was saying that "hot people get cheated" or told Ethan that he always liked her or told Rachel that Rachel had been jealous with her since she got into Notra Dame (well according to Ethan, she might not accepted that time because they never see the acceptance letter). She also hypocrite, told Rachel that it was the best time of her life and she was really happy after they decided not to talk anymore. With her red gloomy eyes, smiled, deep down she was upset because she lost her best friend.


0

Big Fish (2003): You're A Big Fish in Small Pond, But This Is Ocean And You're Drowning



Director: Tim Burton

Stars: Ewan McGregor, Albert Finney, Billy Crudup, Jessica Lange, Helena Bonham Carter, Marion Cotillard
IMDB Rating: 8.0/10


Big Fish bisa jadi most favorite movie all the time saya. Drama-fantasy yang begitu menyentuh, sarat makna (terbukti berapa banyak quote yang saya cari haha), romantis, lucu, penuh imajinasi. Inti cerita ini sebenarnya drama keluarga, tapi diceritakan dengan penuh fantasi, tidak menya-menye, dan dengan gaya khas Tim Burton yang sangat imajinatif film ini sungguh-sungguh menarik dan menyentuh. Pertama kali nonton film ini saya sampai menitikkan air mata. :')

Edward Bloom adalah orang yang mudah dicintai setiap orang yang mengenalnya. Ia selalu bercerita tentang kehidupannya yang penuh imajinasi. Ia mengambil hati banyak orang, kecuali anak lelakinya. Will (anak Edward), tidak pernah menyukai sifat ayahnya yang senang 'mendongeng'. Baginya, ayahnya tidak realistis dan pembohong. Will merasa banyak sisi lain kehidupan ayahnya yang ditutupi. Dari kisah ayahnya yang bertemu penyihir, berteman dengan raksasa, tersesat di kota Spectre, bekerja di sirkus, ikut wajib militer dan menjalankan misi rahasia ke Vietnam, bertemu dengan 2 wanita vietnam yang kembar siam, kemudian dinyatakan missing in action, bagaimana ayahnya jatuh cinta dengan ibunya dan melamarnya sampai-sampai babak belur, ikut andil dalam perampokan bank, dsb. Bagi Will itu hanyalah dongeng ayahnya semata. Sampai ia menemukan beberapa bukti bahwa tidak sepenuhnya cerita ayahnya adalah dongeng belaka. Sebagian cerita itu nyata.



"Most men, they'll tell you a story straight through. It won't be complicated, but it won't be interesting either." -Senior Edward Bloom





"They say when you meet the love of your life, time stops, and that's true. What they don't tell you is that when it starts again, it moves extra fast to catch up." -Senior Edward Bloom

"Sandra Bloom: You don't even know me.
Young Ed Bloom: I have the rest of my life to find out."

"There are some fish that cannot be caught. It's not that they are faster or stronger than other fish, they're just touched by something extra." -Young Edward Bloom

"I caught an uncatchable fish." -Senior Edward Bloom

(Yep. Sometimes, to caught an uncatchable woman is to offer her a wedding ring :). Saya benar-benar 'ngeces' melihat bagaimana mereka menggambarkan true love di film ini. Seperti fairytale dan sempurna. Tapi tidak juga seperti itu. Faith-uncatchable-wedding ring-loyalty.)

"Senior Dr. Bennett: Did your father ever tell you about the day you were born?
Will Bloom: A thousand times. He caught an uncatchable fish.
Senior Dr. Bennett: Not that one. The real story. Did he ever tell you that?
Will Bloom: No.
Senior Dr. Bennett: Your mother came in about three in the afternoon. Her neighbor drove her, on account of your father was on business in Wichita. You were born a week early, but there were no complications. It was a perfect delivery. Now, your father was sorry to miss it, but it wasn't the custom for the men to be in the room for deliveries then, so I can't see as it would have been much different had he been there. And that's the real story of how you were born. Not very exciting, is it? And I suppose if I had to choose between the true version and an elaborate one involving a fish and a wedding ring, I might choose the fancy version. But that's just me.
Will Bloom: I kind of liked your version."

(Ini hanya masalah perspektif, cara kita memandang sesuatu berbeda-beda. Kadang ada yang suka, kadang ada yang tidak.)


"First time he was early, second time he was late." -Jenny
"For your father, there's always two women. Your mother and everybody else." -Jenny
"I loved a man who could never love me back. I was living in a fairytale." -Jenny

(Jenny bertemu Edward sejak kecil, umur mereka terpaut jauh. Ia menanti Edward kembali ketika ia dewasa. Namun takdir berkata lain, Jenny menikah di umur 18th dengan pria berumur 28th. Sedangkan Edward menemukan jodohnya, Sandra Templeton.)


"Senior Ed Bloom: What do you want, Will? Who do you want me to be?
Will Bloom: Just yourself. Good, bad, everything. Just show me who you are for once.
Senior Ed Bloom: I've been nothin' but myself since the day I was born, and if you can't see that it's your failin', not mine"

(I like this conversation! People should accept us whoever or however we are. They always said that we should be ourselves, but sometimes they just push us to be someone they wanted us to be. Like its said, "If you can't see, it's your failin' not mine.")


"Everybody's there, and I mean everybody. And the strange thing is, there's not a sad face to be found, everyone's just so happy to see you." -Will Bloom

"My girl in the river" -Edward Bloom

"You were a big fish in a small pond, but this here is the ocean and your drownin'. Take my advice, go back to Puddleville; you'll be happy there. " -Amos Calloway

"Have you ever heard a joke so many times you've forgotten why it's funny? And then you hear it again and suddenly it's new. You remember why you loved it in the first place. That was my father's final joke, I guess. A man tells his stories so many times that he becomes the stories. They live on after him. And in that way he becomes immortal." -Will Bloom

"You become what you always were - a very big fish." -Will Bloom

(The saddest scene ever when Will finally told his dad how did he go. Tentu saja, dongeng Will belum sebagus Edward, but it was very touching! Terutama scene terakhir dimana Sandra menunggu Edward di tepi sungai. Dan ketika acara pemakaman ayahnya, tamu-tamu yang berdatangan adalah rekan-rekan ayahnya yang selama ini menjadi tokoh dalam dongeng-dongengnya. Mereka nyata.)

If you can't be a big fish in ocean, try to be a big fish in a small pond. Get it? Manusia pergi meninggalkan nama, ukirlah namamu dengan baik, and you'll become immortal.
0

Dancing All Night Long With The French

Finally!!! I watched Tahiti 80 LIVE! Salah satu penyesalan terbesar adalah melewatkan konser pertama Tahiti 3-4 tahun lalu di Nikko, Jakarta. Dan ketika mendengar Tahiti 80 akan perform untuk kedua kalinya... di Bandung (lebih tepatnya di acara FH Unpad: Kampoeng Jazz), saya pun ngejabanin aja. Waktu beli tiket udah nggak mikir gimana ke Bandung (terutama pulangnya) hehehehe. :p

Sebenarnya udah sampai di Bandung dari sore, tapi ngintil sama teman-teman saya dulu yang reuni SD mendadak di salah satu coffee shop sekitar DU. Malam jam 8 baru jalan ke acara dan total ujan-ujanan. Agak kurang nyaman dan sempet bete keguyur hujan semalaman (juga susah nyari WC, alhasil thanks untuk Pocky, saya bisa pipis di WC khusus panitia!). Untungnya waktu Sabrina main hujan sudah berhenti dan nggak nongol-nongol lagi.


Malam itu Sabrina menggunakan baju hitam berkilau-kilau (dan ini cukup membuat saya dan teman-teman sakit mata tiap liat ke stage hehehe) udah kayak mau dangdutan sih sebenernya hahaha, tapi ketolong performnya bagus. Sabrina membawakan lagu-lagu top 40 asing, dari Goo Goo Dolls, Chaka Khan sampai medley Lady Gaga. Untung lagu-lagu yang dibawakan masih top 40 jadi masih bisa ikutan nyanyi-nyanyi hihihi. Energi saya bisa dibilang cukup gila malam itu, karena cuma isi makan malem sedikit plus capuccino (yang mana bisa bikin perut melonjak-lonjak) ditambah hujan yang bikin bete, but I couldn't stop singing and dancing in 3-4 hours! Sempat merasa sesak nafas sepanjang acara karena kurang minum (oksigen) dan banyaknya asap rokok bertebaran.
Waktu Dira, sempat istirahat cari minum dan duduk-duduk leha sih. Dira, seperti biasa tampil seksi dan pede banget dengan tubuhnya. Dengan gaun hitam serta minim, kulit tan asli Indonesia, dan suara super duper coooool, ia membawakan lagu-lagu dari albumnya dan beberapa lagu Incognito seperti Still A Friend Of Mine dll kemudian ditutup dengan Don't You Worry 'Bout A Thing. Karena Don't You Worry About adalah lagu favorit saya, maka saya pun meninggalkan pinggir area parkir dan standby lagi di area depan stage untuk nanyi dan dancing lagu tersebut hihihi.


And.... Here it is! Performance yang paling ditunggu-tunggu: TAHITI 80! Check soundnya lamaaaaaa banget! Ada kali 30 menit lebih. Mereka bener-bener pengen perfect dan alat-alatnya emang banyak banget. Waktu Tahiti 80 naik, semua penonton nggak diperkenankan untuk memakai flash yang telalu kencang dan unggah video pun nggak diperbolehkan. Dibuka dengan lagu Here Comes, ditutup dengan lagu Heartbeat. Xavier sangat sangat komunikatif, funny, dan humble. Nggak jarang dia ngomong "Nuhun" setiap akhir lagu dan asked "are you having a good time?" padahal denger-denger mereka ini bahasa inggrisnya pas-pasan semua. Xavier juga menyuruh penonton untuk feel free to dance and sing a long. Kurang lebih 2 jam Tahiti 80 menghibur, mereka membawakan lagu-lagu dari album lama dan baru, antara lain: Better Days Will Come, 1000 Times, Big Day, Antonelli, dan dari album barunya adalah Defender, Darlin', The Past Present And Possible dan Easy. Seperti biasa, mereka pura-pura turun panggung dan ketika muncul lagi Xavier ngomong, "This song is for all the girls here. Boys, don't be jealous!" yepppp mereka memainkan Something About You Girl!

Sepanjang konser juga penonton gemas sekali melihat sang bassist, Pedro, yang terlihat semangat joget-joget dengan lucu. Sepanjang konser, penonton selalu teriakkan "Heartbeat! Heartbeat!" mereka tak sabar untuk hit single yang membuat nama Tahiti 80 melambung itu. Sesekali Xavier bilang, "What? Ooo.. Ooo..? Aaa.. Aaaa..? (dengan nada lagu Heartbeat) I don't know what's that" atau "Heartbreak? We don't have a song named Heartbreak" hahahaha. And finally........ di puncak acara akhirnya mereka memainkan lagu yang terselip nada "Ooo... Oo... Aaaa.. Aaa..." tersebut! Iyaaaaaaaappppp it's HEARTBEAT!!! Penonton semakin semangat bergoyang dan bernyanyi dengan keras terutama bagian "Can you feel my heartbeat when I'm close to you? Aaa... Aaa... I'll never find another way to say I love you more each daaaay" sembari Heartbeat yang mau selesai, instrument drum masih bermain, Xavier pun memperkenalkan bandnya.

Sumpah yaa drummernya itu lucu bangeeeeeettttt!!! *teteuuup ya cewek hihi*

Dan yang paling lucu waktu mereka bercerita apa saja yang mereka sukai di Bandung seperti gitarisnya sangat suka gado-gado, drummernya yang pecinta tempe, pemain perkusi yang bermain suling khas sunda, daaaan...... Xavier yang suka fish spa! (sumpah, it sounds sooo cuteee) apalagi cara ngomong Raphael (drum) "This guy... is weird. He loves his foot... eaten by little fishes." LOL! Maka, berakhirlah perform mereka malam itu. One of best gig I ever watched. Nggak nyesel bela-belain ke Bandung, pulang pagi, diguyur hujan. Semua terbayar. See you next gig, Tahiti 80!


Here it is, I take it from Tahiti 80's blog:

Lucu banget ini mereka ke Superindo! hahahah. Kenapa nggak alfamart/indomaret sekalian :P

Hi

Enjoying life in bandung.

Temperature is great for some European dudes such like us. It’s warm but not so humid. Anyway, it’s great to have some time off to visit the city, to feel the viiiiiibe. It’s a 48hr journey, we might as well have fun.

Tonite is the night.

we’ll be performing on the campus. The sound-system is great according to our FOH angyneer. The promoters have hired a weather-guru to prevent the rain from falling, let’s keep our fingers crossed: everything’s gonna be just fine!

So glad to hear that they enjoyed their time in Indonesia. Datang lagi yaa kapan-kapan! ;)




---------------------------------
Foto diculik dari:
- Foto hitam putih diambil oleh Atyanta Dhany dari sini
- Dokumentasi tahiti 80 di
sini

0

Currently In Love With: Alexandre Pato


I'm in love with Alexandre Pato right nowww! As you know, he's one of AC Milan strikers. Damn hot! And he's still 21!!

I really love this picture, they look cute together, young love <3

My heart broke when I knew that he's married with Sthefany Brito (Brazilian actrees). Then, I knew that they divorced. Pato & Brito engaged in 2007, they split up on January 2009 (because of the long distance relationship, Pato was in Italy and Brito was in Brazil) and married on June 2009. Officially divorced on April 2010. Some media wrote divorced causes are Sthef was homesick, jobless and Pato was a party goers. I'm a bit sad to hear the news, they looked cute together in public. :(

Some rumour said that Pato's new girlfriend is Miss Brazil, Debora Lyra.
0

Day 15: My Favorite Things

"Raindrops on roses and whiskers on kittens. Bright copper kettles and warm woolen mittens. Brown paper packages tide up with strings. These are a few of my favorite things."

Semua orang pasti punya favorite things sendiri. Ini dia favorite things saya:

  • Hujan
    Paling suka hujan di sore atau malam menjelang pagi hari. Suasananya enak, dingin, tenang. Apalagi sambil menikmati teh tarik hangat atau mie rebus. Saya suka lihat halaman saya yang dibasahi air hujan di sore hari kayaknya asri banget. Kalau pagi lebih suka ngumpet dibalik selimut :p. Hujan seperti memiliki kekuatan magis, seperti membuat kita tenggelam dalam satu masa.
  • Pelangi
    Kalau hujan di pagi atau sore hari, biasanya muncul pelangi. Fenomena yang sudah jarang sekali terjadi ini sangat saya sukai. Setiap muncul pelangi, pasti langit keemasan. Dan saya selalu standby dengan kamera pocket atau handphone untuk mengabadikannya :D
  • Mendung
    Selain hujan, saya juga suka mendung. Suasananya enak, berangin, tidak panas, tapi tidak basah.
  • Gadgets
    Kalau punya uang nanti, pasti saya habiskan untuk beli gadget. Ponsel, komputer, kamera, MP3 player, yaa... semuanya! :P

  • Biru
    Dari sekian banyak warna, sebenarnya saya paling suka warna biru. Nggak tau apa alasannya, warnanya bagus aja. Seperti tenang gitu rasanya.
  • Eropa
    Dari sekian banyak benua, paling pengen ke Eropa. Karena arsitekturnya bagus, pegunungannya juga keren, dan banyak kebudayaan disana. Euro tripnya sendiri tidak perlu repot-repot pakai visa lagi. Tinggal naik kereta, bisa menjelajahi beberapa negara. Sebenarnya kalau kebudayaan Asia lebih keren, tapi Asia masih banyak tempat-tempat kumuh. Asia dan Afrika eksotis, tapi Eropa seperti bisa melihat suasana high class :D. Bukan berarti nggak mau ke benua lain ya! Tapi paling pengen banget ke Eropa ;)
  • Salzburg, Austria
    Pernah ditanya Dennis "Ada apa sih di Austria?" ya, sebenernya sama aja sih dengan negara lain di Eropa. Tapi saya seperti terbius dengan keindahan Salzburg sejak menonton The Sound Of Music.

  • High Heels
    Saya selalu berkhayal ingin berlari-larian di tengah kota menggunakan pump shoes di pagi hari seperti New Yorker. Hahahaha tapi sepertinya nggak mungkin ya kalo naik angkutan umum di Indonesia. Saya pecinta sepatu, dibandingkan baju. Saya suka sepatu-sepatu hak tinggi. Tapi sampai saat ini bingung kalau beli mau dipakai kemana.

  • Cream dan Keju
    Semua makanan yang menggunakan cream, susu dan keju pasti saya suka! :D

  • Skirt
    Saya suka rok. Amat sangat suka! Kadang untuk acara tertentu rok lebih nyaman, tidak seperti celana jeans yang harus dilipat kalau sholat, harus dibuka retsletingnya kalau pipis :p.
  • Red hair
    Saya suka rambut merahnya Bree (Desperate Houswives) atau Lindsay Lohan jaman dulu. Nggak tau kenapa.

  • Princess Aurora
    Menurut saya Princess Aurora (Sleeping Beauty, Disney Princess) paling cantik diantara princess yang lain. Dia anggun, rambutnya cantik, cerita cintanya lucu (karena dia dijodohkan dengan Pangeran Phillip sejak kecil, ketika dewasa bertemu dengan Pangeran Phillip dan jatuh cinta, tanpa tahu bahwa itu adalah orang yang sudah dijodohkan dengannya sejak kecil).

  • Mulan
    Mulan adalah tipikal independent woman dari sekian banyak princess.
  • Film Klasik
    Film-film Audrey Hepburn, The Sound of Music, film-film klasik yang suka muncul di MGM atau Cinemax. Saya suka suara mixing film jadul, gaya perempuan-perempuan jaman dulu.
  • Classic
    Saya suka semua hal-hal berbau klasik dan unik.

  • Amelia Earhart, Audrey Hepburn, Gabrielle 'Coco' Chanel, Marie Curie, Jane Austen
    Wanita-wanita favorite saya. Role model saya. Alasannya? Bisa baca post-post sebelumnya di label 'favorites' atau 'cogitation'.

  • Philipp Lahm
    Bek timnas sepak bola Jerman ini memang favorite saya dari World Cup 2006 lalu! Waktu saya suka dia, dia masih jadi pemain muda dan baru bersinar.

  • Germany national soccer team
    Sejak 2002 saya sudah dukung Jerman. Favorite saya dulu adalah Miroslav Klose (berhubung koleksi goal dia paling banyak), tapi sekarang saya suka semuanya. Saya suka gaya permainan mereka, saya suka nasionalis mereka, saya suka Philipp Lahm hahaha.


  • Jazz, Bossanova, Brit Pop
    Alunannya kaya akan instrumen musik. Bisa dinyanyiin pula. Membuat imajinasi saya terbang jauh. Liriknya tidak murahan. Penyanyi dan pemusiknya punya skill yang luar biasa.
  • Drama, Romance, Comedy, Sci-Fi, Action
    Apapun jenis filmnya, yang penting ada pelajaran yang bisa diambil. Film mikir lebih seru ketimbang cerita yang gampang seperti Superhero (ya, kayak Power Ranger gitu kan males). Tapi drama santai, tanpa harus banyak mikir juga boleh, yang penting sinematografinya bagus :D


  • Babies & Kids
    Saya suka bayi! Lucu, menggemaskan, pengen cubit, baunya enak! Pokoknya suka! :D

  • Backyard
    Saya ingin punya halaman di belakang rumah. Duduk-duduk tanpa harus diliatin tetangga kan enak.
  • Books
    I'm a bookworm. Yes, I am!!! Saya suka cerita-cerita Sitta Karina, Fira Basuki, Dewi Lestari. Gaya menulis yang tidak murahan. Cerita-cerita yang menggambarkan kebudayaan negara lain, tapi tidak menghilangkan unsur kebanggaan terhadap norma dan budaya Indonesia. Atau cerita fantasi yang menarik, terasa seperti nyata.


apalagi? ayo mari kita cari
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com