Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

What Are You Listening Nowadays, Dudes

Suatu malam, sepupu gue ngetweet tentang musik anak bangsa dan gue gatel pengen ngerespon. Tweet dia semalem itu begini:

"Band pribumi, dibilang band KAMPUNGAN, ikutin mode barat/asia timur dikit dibilang PLAGIAT. Karya anak bangsa kok terus"an dicaci?"

Gue membalasnya dengan bilang "
emang jelek sih, gimana dong? Indra Lesmana, Peterpan yg lama, Maliq, dll bisa bikin musik bagus. kalo musik mrk bagus jg ga dicaci."

Intinya menurut dia kenapa boyband/girlsband Indonesia dihina-hina, dengan hinaan "plagiat" padahal nggak jauh beda dengan boyband/girlsband Asia Timur yang lagi in banget. Dan soal lipsync, itu tuh tuntutan stasiun TV yang mau menekan biaya.

Menurut gue sih,
Musik apapun kalo emang enak lagunya, orang kayak apa juga suka. Secara selera sih, ini udah musiknya mendayu-dayu, liriknya murahan, ditambah muka personelnya nggak menjual yaa mana ada yang suka kan?

Dia bilang lagi, "Iyaa.. Emg apik bgt bahasa Indo, yaa tp masa iya Kangen Band (mantan tukan cendol) dkk nyusun kata? Nemu chord enk aja syukur."
Peterpan, Alexa, Andra and The Backbone bisa bikin musik bagus, dengan lirik yang nggak murahan. Itu memang tugas mereka yang berkarir di dunia musik untuk menyegarkan telinga pendengarnya kan.

J-Rocks menurut gue bagus, memang terinspirasi dari Laruku, tapi kenapa semua harus ada label 'plagiat' kalau setiap orang bisa boleh terinspirasi dari idolanya? Musik mereka emang kayak musik-musik Jepang, dan gue sedikit suka dengan musik Jepang. Lirik mereka nggak murahan. Nggak perlu punya lirik super indah kayak Dewi Lestari, tapi seenggaknya juga jangan murahan gitu.
Musik itu kan seni menggabungkan nada-nada dan kata-kata. Lagu-lagu barat aja kalo liriknya gamblang mereka bikin rhimes, jadi nggak keliatan murahan.
Yang bilang plagiat itu kan yang fanatik banget dengan band luar. Padahal mah dari gaya dan musik udah sama, gengsi aja karena mukanya melayu dan liriknya Bahasa Indonesia. Gue akuin kok kayak Sm*sh gitu beatnya asik, liriknya biasa aja tapi, cuman emang dasar ogah liat cowok-cowok dance rame-rame gitu. Gayanya nggak jauh beda sama Super Junior, rambutnya, bajunya. Emang kalo dance pasti lebih keren SuJu. Gue suka dengerin beberapa lagunya SuJu, gue punya video klip SuJu di iPod, gue bahkan ikut adek gue nonton beberapa reality shownya -___- tapi gua nggak suka-suka amat. Cuma sekedar tau lah.

Soal lipsync, memang ada kabar kalo itu tuntutan dari stasiun TV. Tapi liat, jadi bikin image si artis jelek. Padahal itu merupakan penghasilan terbesar mereka semenjak kaset & CD nggak laku lagi. Tapi ada kok beberapa artis yang ngerekam lagi dulu sebelum mereka perform live, kayak Sherina gitu, jadi nggak sama seperti yang di kaset.
Masih banyak kok musik tanah air yang bagus. Andien, Dira Sugandi, Alexa, Dewi Lestari, Maliq and the Essentials, Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Gigi, Andra and The Backbone, bahkan Peterpan yang lama itu menurut gue bagus lho.. dan masih banyak lagi. Sayang mereka nggak di apresiasi dengan kita yang membeli CD original mereka. Dan beberapa memang idealis untuk masalah performance dan RBT. Musik nggak kenal gengsi, nggak kenal gender, kalo emang bagus atau enak siapa juga suka. Biar gayanya nggak banget, tetep jadi guilty pleasure buat listeners.
Tapi gue juga nggak menepis pendapat apapun yang cuma ikut musiman tuh lama-lama jadi nggak asik, emang harus ada sesuatu yang beda.
0

Dancing All Night Long With The French

Finally!!! I watched Tahiti 80 LIVE! Salah satu penyesalan terbesar adalah melewatkan konser pertama Tahiti 3-4 tahun lalu di Nikko, Jakarta. Dan ketika mendengar Tahiti 80 akan perform untuk kedua kalinya... di Bandung (lebih tepatnya di acara FH Unpad: Kampoeng Jazz), saya pun ngejabanin aja. Waktu beli tiket udah nggak mikir gimana ke Bandung (terutama pulangnya) hehehehe. :p

Sebenarnya udah sampai di Bandung dari sore, tapi ngintil sama teman-teman saya dulu yang reuni SD mendadak di salah satu coffee shop sekitar DU. Malam jam 8 baru jalan ke acara dan total ujan-ujanan. Agak kurang nyaman dan sempet bete keguyur hujan semalaman (juga susah nyari WC, alhasil thanks untuk Pocky, saya bisa pipis di WC khusus panitia!). Untungnya waktu Sabrina main hujan sudah berhenti dan nggak nongol-nongol lagi.


Malam itu Sabrina menggunakan baju hitam berkilau-kilau (dan ini cukup membuat saya dan teman-teman sakit mata tiap liat ke stage hehehe) udah kayak mau dangdutan sih sebenernya hahaha, tapi ketolong performnya bagus. Sabrina membawakan lagu-lagu top 40 asing, dari Goo Goo Dolls, Chaka Khan sampai medley Lady Gaga. Untung lagu-lagu yang dibawakan masih top 40 jadi masih bisa ikutan nyanyi-nyanyi hihihi. Energi saya bisa dibilang cukup gila malam itu, karena cuma isi makan malem sedikit plus capuccino (yang mana bisa bikin perut melonjak-lonjak) ditambah hujan yang bikin bete, but I couldn't stop singing and dancing in 3-4 hours! Sempat merasa sesak nafas sepanjang acara karena kurang minum (oksigen) dan banyaknya asap rokok bertebaran.
Waktu Dira, sempat istirahat cari minum dan duduk-duduk leha sih. Dira, seperti biasa tampil seksi dan pede banget dengan tubuhnya. Dengan gaun hitam serta minim, kulit tan asli Indonesia, dan suara super duper coooool, ia membawakan lagu-lagu dari albumnya dan beberapa lagu Incognito seperti Still A Friend Of Mine dll kemudian ditutup dengan Don't You Worry 'Bout A Thing. Karena Don't You Worry About adalah lagu favorit saya, maka saya pun meninggalkan pinggir area parkir dan standby lagi di area depan stage untuk nanyi dan dancing lagu tersebut hihihi.


And.... Here it is! Performance yang paling ditunggu-tunggu: TAHITI 80! Check soundnya lamaaaaaa banget! Ada kali 30 menit lebih. Mereka bener-bener pengen perfect dan alat-alatnya emang banyak banget. Waktu Tahiti 80 naik, semua penonton nggak diperkenankan untuk memakai flash yang telalu kencang dan unggah video pun nggak diperbolehkan. Dibuka dengan lagu Here Comes, ditutup dengan lagu Heartbeat. Xavier sangat sangat komunikatif, funny, dan humble. Nggak jarang dia ngomong "Nuhun" setiap akhir lagu dan asked "are you having a good time?" padahal denger-denger mereka ini bahasa inggrisnya pas-pasan semua. Xavier juga menyuruh penonton untuk feel free to dance and sing a long. Kurang lebih 2 jam Tahiti 80 menghibur, mereka membawakan lagu-lagu dari album lama dan baru, antara lain: Better Days Will Come, 1000 Times, Big Day, Antonelli, dan dari album barunya adalah Defender, Darlin', The Past Present And Possible dan Easy. Seperti biasa, mereka pura-pura turun panggung dan ketika muncul lagi Xavier ngomong, "This song is for all the girls here. Boys, don't be jealous!" yepppp mereka memainkan Something About You Girl!

Sepanjang konser juga penonton gemas sekali melihat sang bassist, Pedro, yang terlihat semangat joget-joget dengan lucu. Sepanjang konser, penonton selalu teriakkan "Heartbeat! Heartbeat!" mereka tak sabar untuk hit single yang membuat nama Tahiti 80 melambung itu. Sesekali Xavier bilang, "What? Ooo.. Ooo..? Aaa.. Aaaa..? (dengan nada lagu Heartbeat) I don't know what's that" atau "Heartbreak? We don't have a song named Heartbreak" hahahaha. And finally........ di puncak acara akhirnya mereka memainkan lagu yang terselip nada "Ooo... Oo... Aaaa.. Aaa..." tersebut! Iyaaaaaaaappppp it's HEARTBEAT!!! Penonton semakin semangat bergoyang dan bernyanyi dengan keras terutama bagian "Can you feel my heartbeat when I'm close to you? Aaa... Aaa... I'll never find another way to say I love you more each daaaay" sembari Heartbeat yang mau selesai, instrument drum masih bermain, Xavier pun memperkenalkan bandnya.

Sumpah yaa drummernya itu lucu bangeeeeeettttt!!! *teteuuup ya cewek hihi*

Dan yang paling lucu waktu mereka bercerita apa saja yang mereka sukai di Bandung seperti gitarisnya sangat suka gado-gado, drummernya yang pecinta tempe, pemain perkusi yang bermain suling khas sunda, daaaan...... Xavier yang suka fish spa! (sumpah, it sounds sooo cuteee) apalagi cara ngomong Raphael (drum) "This guy... is weird. He loves his foot... eaten by little fishes." LOL! Maka, berakhirlah perform mereka malam itu. One of best gig I ever watched. Nggak nyesel bela-belain ke Bandung, pulang pagi, diguyur hujan. Semua terbayar. See you next gig, Tahiti 80!


Here it is, I take it from Tahiti 80's blog:

Lucu banget ini mereka ke Superindo! hahahah. Kenapa nggak alfamart/indomaret sekalian :P

Hi

Enjoying life in bandung.

Temperature is great for some European dudes such like us. It’s warm but not so humid. Anyway, it’s great to have some time off to visit the city, to feel the viiiiiibe. It’s a 48hr journey, we might as well have fun.

Tonite is the night.

we’ll be performing on the campus. The sound-system is great according to our FOH angyneer. The promoters have hired a weather-guru to prevent the rain from falling, let’s keep our fingers crossed: everything’s gonna be just fine!

So glad to hear that they enjoyed their time in Indonesia. Datang lagi yaa kapan-kapan! ;)




---------------------------------
Foto diculik dari:
- Foto hitam putih diambil oleh Atyanta Dhany dari sini
- Dokumentasi tahiti 80 di
sini

0

Mesin Waktu Albums


Yea.. finally i've got this album! x) sebenernya sih karena gue suka lagu "Jikalau" yang dibawain sama The Adams. Tapi setelah gue dengerin satu album... WOW! Beginilah seharusnya musisi muda. Nggak cuma memainkan lagu-lagu pop yang mudah dicerna aja. Lagu dengan sejuta kata-kata mustahil, instrumen yang ramai (bukan cuma gitar, keyboard, drum, bass dan vokal aja) dan skill musik yang keren lebih berbobot dibandingkan lagu-lagu pop yang biasa dicerna sama masyarakat Indo. Naif emang salah satu band unik dan punya ciri khas. Lirik-liriknya sering memakai kata-kata mustahil yang mungkin udah mulai punah. Dimainkan lagi oleh para juniornya dan 'teman seangkatannya' di dunia musik bukan berarti Naif berhenti berkarya. Setelah mendengar seperti lagu "Mesin Waktu" yang di bawakan oleh White Shoes and The Couples Company, saya merasa seperti berada di jaman (mungkin) ketika ibu saya masih SMA. Saya suka sekali dengan suara gitar dan synthesizer dari White Shoes. Siapa bilang yang mengisi album ini adalah band-band jadul juga seperti Naif? Buktinya The Brandals dan Superglad mampu merubah lagu "Mobil Balap" dan "Benci Untuk Mencinta" menjadi lagu beraliran mereka. TIKA malah lebih parah. Bersama band bernama unik, Wrong Is The New Right, ia benar-benar merombak lagu "Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia" menjadi jazz! It was totally cool! Goodnight Electric yang beraliran elektro juga membawakan lagu "Just B". Itu juga nggak kalah keren. Belum lagi The Adams dengan aliran alternativenya membawakan lagu "Jikalau". Asli, enak banget! Semoga tahun-tahun kedepan lebih banyak band-band berkualitas yang bermain musik dengan skill yang bagus. Bukan cuma menghasilkan lagu-lagu cinta cengeng atau lagu-lagu kacangan.
0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com