Showing posts with label bookmarksandcut. Show all posts
Showing posts with label bookmarksandcut. Show all posts

Short Review : Drupadi - Seno Gumira Ajidarma

DrupadiDrupadi by Seno Gumira Ajidarma
My rating: 4 of 5 stars

Bukan nama Seno Gumira Ajidarma yang membawa gue ke buku ini. Tapi nama Drupadi itu sendiri. Drupadi bukan perempuan hebat seperti Srikandi. Dia hanya perempuan biasa yang mengikuti suratan takdir. Menjadi satu bunga untuk lima pandawa, murid-murid terbaik Mahaguru Dorna, yang memenangkannya dalam sebuah sayembara. Meski cintanya hanya untuk Arjuna, yang ia pikir merupakan titisan Kresna.

Bukankah itu memang takdir perempuan? Bahwa kami kadang tidak bisa memilih untuk memiliki lelaki yang kami inginkan, tetapi kami harus memilih untuk menerima lelaki yang menginginkan kami?

Drupadi menerima takdirnya, kemudian harga dirinya diinjak-injak oleh Kurawa. Maka ia bersumpah tidak akan pernah menggulung rambut panjangnya sebelum ia mengeramasi rambutnya dengan darah Dursasana.

Drupadi perempuan biasa yang dengan lidahnya menuntut hak atas harga dirinya yang kemudian berakhir dengan peperangan. Ia hanya perempuan biasa yang tak berhasil sampai di Puncak Mahameru untuk moksa bersama kelima suaminya. Tapi bukan berarti dia tak punya kekuatan sama sekali. Menjadi perempuan biasa adalah kekuatannya, karena perempuan biasa adalah kelemahan setiap laki-laki.

Adegan paling epik dari buku ini adalah waktu Bima ngebunuh-bunuhin kurawa dengan buasnya. Dialah yang menuangkan darah Dursasana ke cawan untuk Drupadi mengeramasi rambutnya.

View all my reviews
0

Short Review : Dunkirk


I can't choose which one is the best among those Nolan movies. But i really like this one!

Tipikal film-film Nolan, film akan dibuka seperti menebar puzzle. Tidak seperti film-film Nolan sebelumnya yang banyak dialog dan inti cerita filmnya bisa ditemukan dari dialog-dialog yang saling berhubungan, Dunkirk ini fokus dengan visualisasi bagaimana setiap orang bertahan hidup di tengah-tengah gempuran bom dari musuh. Tapi 'sebaran puzzle' ini tidak terlalu membingungkan seperti film-film Nolan sebelumnya.

Puzzle A tentang prajurit-prajurit angkatan darat yang berusaha cepat-cepat pergi dari Dunkirk. Puzzle B tentang warga sipil yang berusaha menyelamatkan tentara di laut. Puzzle C tentang tentara angkatan udara yang harus meminimalisir serangan dari udara. Dan seperti ciri khas film-film Nolan yang lain, Nolan akan memilin benang merah dari semua puzzle-puzzle tersebut lewat serangkaian adegan yang nantinya membuat semua puzzle akhirnya terhubung. Dan di film ini, Nolan memilinnya dengan cantik sekali.

Nggak ada aksi heroik seperti lari di antara ledakan. Justru aksi heroik itu ditunjukkan dari warga sipil yang berani maju ke medan perang untuk menyelamatkan para tentara. They were just sailing through the sea and grabbed their hands. Mungkin juga adegan-adegan Tom Hardy mengatur serangan dari udara untuk melumpuhkan serangn udara dari lawan. (Tom Hardy jadi pilot pesawat tempur! Brb kipas-kipas saking hawtnya! ðŸ˜‚)

Film ini worth to watch banget buat penyuka film perang.
0

Writer Crush II : Ziggy Z & Semua Ikan di Langit

Kali ini Ziggy jadi pemenang tunggal sayembara DKJ 2016 dengan alasan "perbedaan mutu yang tajam dengan naskah2 lainnya, membuat dewan juri tidak memilih pemenang-pemenang i bawahnya." Mudah-mudahan gara2 ini Ziggy nggak underrated lagi di dunia literasi Indonesia. Menurut gue, Ziggy ini warna baru banget di dunia literasi yang biasanya didominasi oleh tulisan2 berkiblat ke Pramoedya, lebih ke arah potret sosial budaya. Ziggy kayaknya sering terinspirasi dari Le Petit Prince dan Animal Farm. Bukan cuma potret sosial, tapi juga seolah mewakili generasi millenial yg sering kali mempertanyakan hidup. Bikin ranah sastra kerasa lebih dinamis.

Dari blurbnya keluar pertama kali, gue dan teman2 menebak-nebak, tokohnya ini berprofesi apa. Ternyata... tebakan kita salah semua! Hahahaha. Semua Ikan di Langit ini kayak "Ziggy banget". Ziggy bebas berimajinasi dengan liar. Jenis tulisan yang pada akhirnya pembaca kayak "udahlah gak usah dipikir kok bisa begini, pokoknya ya kayak gitu aja jadinya!" 

Btw, prolognya aja kayak gini. Sungguh mindfuck hahahaha.

1

Writer Crush I : Eka Kurniawan

Kemarin, gue membaca artikel yang disebar di Facebook ini: https://tirto.id/eka-kurniawan-di-mata-pembaca-indonesia-Gvc

Pertama jatuh cinta sama Cantik Itu Luka, lalu Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, baru Lelaki Harimau. Lucky me, gue sempat ketemu beliau dan bertanya gimana caranya ngebangun cerita Cantik Itu Luka yang punya banyak tokoh tapi plot dan karakternya kuat banget. 3 generasi, 3 era perang (akhir kolonial, orde baru dan PKI, akhir orde baru). Terus beliau menjelaskan ttg pentingnya backbone sebuah cerita yang menjadi benang penghubung antara plot dan karakter. Terus menjelaskan ttg pendalaman karakter melalui masing2 individu (man, karakter Dewi Ayu, Shodancho, Alamanda, Kliwon, Rengganis, Krisan, Ajo Kawir, Iteung, dan Anwar Sadat masih membekas dalam otak gueee! Kalo Tame Impala punya kaos Fuck Trevor, gue rasanya pen bikin kaos Fuck Shodancho HAHAHAHA). Gue pun mengagumi teknik nulis beliau. 

Sayangnya, "Menurut data redaksi Gramedia Pustaka Utama, dalam dua belas tahun Cantik Itu Luka dicetak ulang sembilan kali dengan jumlah penjualan 20 ribu eksemplar. Itu berarti novel tersebut rata-rata terjual 1.666 eksemplar per tahun dan 138 eksemplar per bulan. Lelaki Harimau (2004) dicetak lima kali dan terserap sebanyak 12 ribu eksemplar. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014) terjual 10 ribu eksemplar." Untuk penulis dengan penghargaan sekelas Eka, segitu masih termasuk sedikit sih <///3
0

Fangirl - Rainbow Rowell

FangirlFangirl by Rainbow Rowell
My rating: 4 of 5 stars

This is another my favorite Rainbow Rowell's book.

Fangirl is a story about Cath an introvert freshman that crazy over Simon Snow (similiar with Harry Potter in our world). Her twin sister Wren already moved on to college life and ready for real life. But Cath didn't. She had to moved from her comfort zone to face a real life, college life. To face people, real people, people in front of her, people outside computer screen.

Just like Eleanor and Park, Rainbow wrote this one very well. Eventhough I'm not writing fanfiction, but I'm crazy over something. Everything. From books to movies. I'm crazy over Rainbow Rowell's now. As usual, the people seems so real, so close with us. And Rainbow makes simple things sounds so beautiful. And Cath and Levi relationship also too sweet and romantic. I'm crazy over Levi too! LOL.

Levi was too kind, sweet, polite, and responsible. Like a picture of gentleman. And he doesn’t care if Cath was crazy. Maybe he didn’t have incommon with Cath, but they were like completing each others. Cath likes reading and writing, Levi likes listening. Sometimes you don’t choose people who similar to you to build a relationship. Sometimes two different people are like puzzle and they will complete each other’s part.

If you like Eleanor and Park, you have to read Fangirl too.

View all my reviews on Goodreads
0

Eleanor & Park - Rainbow Rowell

Eleanor & ParkEleanor & Park by Rainbow Rowell
My rating: 5 of 5 stars

This is a story of two ordinary people that fell in love, knowing that high school sweetheart won't last forever but doesn't mean the love wasn't true. Eleanor met Park in the school bus, that was the first time Park saved her life, and Park kept saving her life through high school. They started getting closer since they read X-Men comics together, Park gave his comics and his mixtape of The Smiths song later to Eleanor. Park wasn't her boyfriend, he was a champion.

This is not that kind of high school love story. But this is so high school (or even maybe Junior high!). It was so high school, when you fall in love with someone just because you have incommon with her/him, and you hold her/him for the first time and feels like magic. The relationship between Park and Eleanor was so sweet and super cute. Park got my heart. I'm falling in love with him too like crazy. He was so kind and funny and cool!

Rainbow makes small simple gesture sounds so cute and romantic. She makes words of "I like you" or holding hand and a kiss sounds too special. If my heart was a machine, the way Rainbow write something is like a trigger to turn on the trigger to move my heart. I can feel it when Eleanor couldn't believe that there was a boy that loved her..like crazy. Because people like Eleanor..like Cath (from another Rainbow Rowell's novel, Fangirl).. like me.. thought that we have weird/crazy personality that people will get tired of us. Eleanor & Park makes me believe that.. there will be someone, someone out there, unexpectedly, will love you. Just the way you are. And you will love him too just the way he is. It's quite romantic because it seems so real and doesn't sound romantic. Eleanor and Park is a book that left a big mark in my heart. Sounds like a great book, huh?

I think this is one of must-read YA novel for all teens. Because there's something more than just party and perfect high school jocks.

View all my reviews on Goodreads
0

Flipped (Novel) - Wendelin Van Draanen

FlippedFlipped by Wendelin Van Draanen
My rating: 4 of 5 stars

Flipped was a puppy love story between Juli Baker and Bryce Loski. Juli was crazy over Bryce, Bryce hated it (at first). Until he saw Juli more than just 'plain Juli'. He was flipped. Van Draanen made it from two point of views, Bryce and Juli, and it was fascinating. We knew what boy and girl thought.

I like a puppy love story. It's always cute, innocent, and funny. When i read Flipped, I felt like... every girl was ever been in Juli Baker position. I felt she was me when I was 8/9 grade. Crazy in (first) love, shy, and annoying. It was more than a puppy love story, it was warmhearted family story and building a character. I like Juli, she was smart and kind. In Juli part, we could see the way Van Draanen drove Juli from the annoying Juli to be Juli who did all good things after Bryce did horrible things to her. And she drove Bryce from an awful judgemental young man to be the boy who could see good things from people. I think this is a nice book to young adult to see some good things.

View all my reviews on Goodreads
0

Attachments - Rainbow Rowell

AttachmentsAttachments by Rainbow Rowell
My rating: 4 of 5 stars

Attachments is the story when Lincoln, who works as IT Security suddenly read Beth's conversation email with Jennifer. And he falls in love. It's easy to love Beth just from her writings. She's smart, witty, and attractive. The things is... Lincoln never seen Beth before.
Beth had a jerk boyfriend. But she got crush on a guy who looked like young Harrison Ford. But she doesn't know who he was, what's his name.

Another Rainbow Rowell works that makes me smile in almost every pages. She makes the characters so real, so close with us. She's romantic, she knows how romantic good guy is!!! ;P. Beth and Jennifer's conversation sounds so real. Like they were around us. And this is the first time i know what's "meet cute" means, LOL. Again and again, Rainbow makes me fall in love with the guy character. I love Lincoln like I love Park and Levi!

The funny thing is, a few months ago my office building was having a fire drill (simulation). Then me and my friend were imagine if it's The Courier, Beth might be looking for her "cute guy", seeing him from distance. And Lincoln might be wondering how's Beth looked like, which one was "his Beth", maybe she was very very very close with him at the moment?

Okay, okay, thanks Rainbow. You made my mind messed up after reading this novel. :)))

View all my reviews on Goodreads
0

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 - Pidi Baiq

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 by Pidi Baiq
My rating: 4 of 5 stars

Ini kisah cinta masa SMA Milea dan Dilan di Bandung tahun 1990. Ketika Bandung masih sejuk, ketika Bandung masih romantis saat turun hujan.
Dilan punya cara yang tidak biasa untuk mengungkapkan perasaannya. Lucu, jenaka, dan menyenangkan. Membuat siapapun yang membacanya bisa senyum-senyum sendiri. :)

View all my reviews on Goodreads
0

Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya

Sabtu Bersama BapakSabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya
My rating: 5 of 5 stars

Sabtu Bersama Bapak bercerita tentang kakak beradik yang telah ditinggal ayahnya karena penyakit kanker. Sebelum Bapak meninggal, beliau membuat video berisi wejangan-wejangan tentang hidup, tentang keluarga, tentang masa depan, dan tentang cinta. Kisah Satya lebih ke masalah pernikahan, mendidik anak, serta membangun keluarga. Sedangkan kisah Cakra lebih ke pencarian pasangan hidup.

Setiap bagian video Bapak, rasanya sangat menyentuh. Cara bercerita Adhitya yang lugas, tidak terlalu rumit untuk mencerna setiap katanya, tetapi tetap 'ngena'. Ceritanya sederhana namun dikemas dengan sangat baik. Heartwarming dan lucu banget. Porsi Satya dan Cakra pun cukup seimbang. Humor di dalamnya masih terasa 'Jomblo' banget (novel Adhitya Mulya lainnya). Saya paling suka bagian Cakra dengan anak-anak buahnya. Selalu menghibur dan lucu banget! Membaca buku ini rasanya jadi mengkhayal pengen punya suami kayak Cakra dan jadi istri sebaik Rissa. Kalau sudah pernah baca Jomblo, pasti suka novel ini!

View all my reviews on Goodreads
0

Still... - Esti Kinasih

Still...Still... by Esti Kinasih
My rating: 4 of 5 stars

Setelah sekian lama pengen baca buku ini akhirnya kesampaian.

Cerita dibuka dengan hancurnya hubungan Rei dan Langen karena ego masing-masing. Saat Langen, Fani, Febi hunting cari cowok baru buat Langen, justru Fani yang dapet gebetan baru. Hal itu diketahui oleh Bima, pacar Fani yang super nyeremin. Intimidating dan posesif. Buat Bima, cinta bisa dipupuk, yang penting dia pertahanin sekuatnya. Saat Bima tau Fani punya gebetan, ia melakukan cara yang ekstrem untuk mempertahankannya (malah cenderung psycho!). Seperti pasir yang digenggam terlalu erat, perlahan akan lepas juga. Fani super happy saat akhirnya ia terlepas dari Bima, Bima terpukul dan berusaha tegar sambil memungut hatinya yang berceceran. Fani akhirnya menyadari bahwa Bima tidak seburuk yang ia kira. Sampai akhirnya Bima dengan lugas berkata, "Aku cinta kamu. Sekarang. Mudah-mudahan sampai nanti." Bagian Rei-Langen meskipun nggak banyak, tetapi juga cukup menyentuh hati juga akhirnya. Terutama saat pengakuan Langen kenapa ia nekat untuk "buka-bukaan" saat kebut gunung.

Sejak baca seri pertamanya: Cewek!!! pasangan favorite saya memang Bima-Fani, karena Rei-Langen terlalu rumit dan Rangga-Febi terlalu plain, sedang Bima-Fani lebih ke lucu. Nggak nyangka hanya butuh satu hari untuk menyelesaikannya saking tenggelamnya saya dalam cerita percintaan mereka. Saya yang sudah lama antipati dengan Teenlit sejak isinya hanyalah cerita-cerita bak FTV, malah jatuh cinta dengan Still... . Ceritanya memang standar, penuh drama, kayak FTV juga, tetapi dalam dunia penulisan memang gaya bercerita dan gaya bahasa penulisnya yang bisa memenangkan hati pembacanya. Mau se simple, se klise, se murahan apapun ide ceritanya, jika penulis bisa mengemasnya dengan apik, buku tersebut pasti tetap bisa dibilang bagus.

Kembali ke novel ini, berbeda dengan Cewek!!! yang lebih banyak humornya, Still... malah lebih banyak galaunya. Kalimat-kalimat pilihan Esti bikin yang baca pun ngerasa jadi 'jleb'. Still... seperti reminder, bahwa sekuat atau setangguh apapun perempuan, mereka tetap ingin dilindungi. Ego yang terlalu besar, tidak akan membuat seseorang hargai. Sebesar-besarnya ego laki-laki, toh akhirnya mereka harus sedikit meredamnya untuk menghadapi perempuan hehehe.

Membaca buku-buku Esti, membuat saya berfantasi akan cowok biasa, apa adanya, bukan prince charming, tapi begitu gentle dan adorable dengan gayanya sendiri. Serta romance yang khas, lucu, menghibur, lugas, nggak menye-menye, tetapi tetep dramaaa banget. But, who can avoid the drama in real life, anywaaay? Hehehe. Pokoknya buku ini cocok buat yang lagi haus romance drama yang ringan (kayak saya sekarang gini :P). Dan selamat jatuh cinta sama Rei atau Bima!

View all my reviews on Goodreads
0

(Book Review) Seribu Kunang-Kunang di Manhattan


After looking for this book for a very very very loooong time, I finally found it in some online shop. :))
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah kumcer Umar Kayam pertama yang gue baca. Sejak baca reviewnya di blog Friendster nya Kanya beberapa tahuuuuun yang lalu (iya, Friendster, kebayang kan tahun kapan?) saya langsung jatuh hati. Kumcer ini terdiri atas 10 cerpen karya Umar Kayam dari tahun 60-an sampai 80-an (4 terakhir bisa dibilang novelet sih? Atau cerpen yang kepanjangan), enam diantaranya ber-setting di New York, USA, empat sisanya berlatar belakang kemelut politik Indonesia di tahun 60-an sampai 80-an.

  1. Seribu Kunang-Kunang di Manhattan
  2. Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa 
  3. Sybil 
  4. Secangkir Kopi dan Sepotong Donat : 
  5. Chief Sitting Bull
  6. There Goes Tatum
  7. Musim Gugur di Connecticut
  8. Bawuk
  9. Kimono Biru Buat Istri
  10. Sri Sumarah

Enam kisahnya bercerita tentang begitu tidak pedulinya kota Manhattan. Manhattan is like a giant creature, eating the society. Orang-orang tua yang tidak peduli dengan anak-anak mereka, tenggelam dalam kesibukan kota. Tetangga-tetangga yang tidak peduli dengan tetangganya. Wanita yang rindu akan belaian kasih sayang. Orang tua yang bertingkah seperti anak kecil. Serta pemuda Indonesia yang meski jauh merantau ke kota yang disebut-sebut sebagai “the city that never sleep”, ia merindukan tanah airnya.

Empat kisah lainnya bercerita kemelut dunia politik di Indonesia tahun 60-an. Tentang permainan politik, suap menyuap secara halus. Tentang kerinduan akan sedikit kebebasan sederhana, merasakan hangatnya pelukan sang istri, tentang kebahagiaan sederhana mendengar pergerakan si jabang bayi dalam rahim sang istri. Tentang keikhlasan perempuan-perempuan yang suami atau anaknya memilih jalan sebagai aktivis PKI. Tentang bagaimana priyayi bertutur dan berserah pada Tuhan. Tentang bagaimana kesetiaan seorang istri yang hanya menginginkan suaminya dan kebebasan akan hidup. Tentang kepolosan wanita desa. Tentang ibu-ibu yang berjuang. Dan tentang berserah diri.

Untuk ukuran tulisan jaman segitu, Umar Kayam bisa dibilang cukup 'metropop' pada jamannya hehehe. Mungkin satu-satunya cerpen jaman itu yang terdapat kata 'superb' dan 'sophisticated', atau reaksi, "So what?" hahahaha. Bahasanya sangat lugas, nggak bertele-tele, nggak mendramatisir. Kalau baca, akan terasa sekali logat Jawa kental dalam penuturannya. Saya tenggelam membaca kumcer ini, ikut sedih waktu Tono ditahan pada cerpen "Musim Gugur di Connecticut".  Atau kepasrahan dan kepolosan Bu Sri pada "Sri Sumarah". Juga galaunya Bawuk waktu ia mencari suaminya yang ditangkap, serta galaunya Nyonya Suryo waktu anaknya pergi cari suaminya dalam "Bawuk".

Entah kenapa buku ini nggak masuk daftar list sastra yang bagus untuk dibaca, karena susah banget nyarinya even di public library sekalipun di Jakarta (saya sih survey di internet, di web pencarian buku secara online gabungan beberapa public national library di Jakarta). Apa mungkin karena latarnya PKI gitu? Jadi kurang di rekomendasikan? Atau karena beberapa ceritanya memang diperuntukkan genre dewasa jadi nggak masuk dalam silabus mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia?

Quotes:
"Oh, Tuhan yang baik dan agung. Untuk kesekian kali Kau buktikan bahwa ciptaan-Mu bernama manusia adalah ciptaan-Mu yang paling kreatif, elastis, dan ekspansif. Dalam keadaan netral dia minta jumper, dalam keadaan nrimo dia minta Topaz, dalam keadaan putus asa dia minta apa saja, dalam keadaan optimis dia minta kimono.."

"Perempuan bukan sekali itu saja minta untuk sekedar minta. Ingin dimiliki. Bukankah dulu Sembadra minta gamelan Lokananta dari surga kepada Arjuna juga untuk sekedar memilikinya? Dan Arjuna memberinya? Kalau suami--laki-laki yang dititipi oleh nasib untuk sementara menjaga perempuan--itu tidak mengerti akan permintaan seperti itu, lebih baik dia mengembalikan mandat kepada nasib dan bersedia menerima nasib yang berbeda."

"Calon sarjana yang baik dan jujur itu mesti mencoba selalu terbuka sikapnya karena itu semua buku, teks atau bukan, kiri atau kanan, mesti dibaca.."

"Ah, ya. Nasi bungkus itu akan selalu mesti dibeli dan dibagi kapan saja, Mus. Bentuknya bisa lain-lain, ukurannya bisa lain-lain. Tapi politik, ah, apa saja, juga dagang, juga perang, semua ada urusannya dengan nasi bungkus itu."

"Sebab pertanyaan 'mengerti' tidak untuk dijawab mengerti karena 'mengerti' adalah mencari untuk mengerti"

0

Something Borrowed


  • Rachel is just average sweet woman who thinks she's never 'that hot' for Dex, who fell in love with Dex like crazy for years and never told him, who never could get Dex's code that he fell in love with her too.
  • So she accidentally told Dex that she fell in love with him. Turns out he told her that she was the only one he ever wanted in law school. And it was too late because he was gonna marry Rachel's narcist self-centred bossy bestfriend, Darcy.
  • Rachel got everything she ever wanted: Dex. That Dex seriously deeply in love with her. Like, come on, he didn't even sleep after make love with her, he watched her sleeping! With a look that every woman want to be looked at!
  • But Dex couldn't cancel the wedding, so they spent summer at Hamptons, then Rachel heard the sound of Dex and Darcy were having sex. :(
  • Meanwhile, Marcus tried to get Rachel, but please, Rachel was a smart woman, she would never interested with Marcus story about the little chipmunk, duh!
  • Darcy couldn't even write words for her wedding vow! Oh please. If you were really love him, it wasn't that hard, Darce! Then when Rachel tried to make it for her, she abandoned her to greet her fellas. Oh that bitch.
  • Ethan liked Rachel, because Rachel was like a home to him. Poor Ethan. :(
  • Darcy narcism was too much. Like, she was saying that "hot people get cheated" or told Ethan that he always liked her or told Rachel that Rachel had been jealous with her since she got into Notra Dame (well according to Ethan, she might not accepted that time because they never see the acceptance letter). She also hypocrite, told Rachel that it was the best time of her life and she was really happy after they decided not to talk anymore. With her red gloomy eyes, smiled, deep down she was upset because she lost her best friend.


0

Ruby Sparks: She's Out Of His Mind


Ruby Sparks
Directors: Jonathan Dayton & Valerie Faris
Written By: Zoe Kazan
Stars: Paul Dano, Zoe Kazan
Ratings: 7,2/10 (IMDB) 79% Certified Fresh (Rotten Tomatoes)


Ruby Sparks is the cutest 2012 rom-com I ever watched. Filmnya lucu, akting pemainnya juga pas dan lucu romantis, ide ceritanya bagus. Ruby Sparks mengisahkan tentang penulis novel, Calvin, yang sedang mengalami writer's block. Dengan typewriter nya ia mulai membangun kisah percintaannya dengan seorang tokohnya, Ruby Sparks. Calvin jatuh cinta dengan tokoh buatannya. Kemudian Ruby tiba-tiba muncul dengan wujud yang nyata, dengan pribadi yang seperti Calvin bentuk di ceritanya. Ruby dapat dirubah menjadi apapun yang Calvin mau hanya dengan menuliskannya ke dalam naskah. Dimulai saat Ruby merasa bosan dan butuh ruang diantara mereka, Ruby mulai menikmati hidupnya sedangkan Calvin merindukannya. Kemudian Calvin mulai merubah-rubah mood Ruby sesuai keinginannya. Sampai akhirnya ia lelah melihat Ruby seperti itu.


Scene-scene nya sangat lucu dan menarik. Chemistry diantara Paul Dano dan Zoe Kazan paaaaaas banget, lucuuuu banget, membuat hubungan mereka terlihat sangat cute dan romantis. Scene paling menarik tentunya saat Calvin sering merubah-rubah mood Ruby. Seperti saat dia menuliskan "Ruby feels miserable without Calvin," kemudian muncullah Ruby yang manja bukan main. Sampai-sampai ia mengekor kemana pun Calvin pergi. Ada adegan lucu waktu Calvin meninggalkannya menyeberang di jalan, kemudian Ruby menangis karena ditinggalkan. Atau saat Calvin menulis bahwa Ruby sedang riang gembira, kemudian Ruby berubah menjadi Ruby yang suka lompat-lompat dan bernyayi terus-terusan.


Lucunya ini mengingatkan saya bahwa kita tidak henti-hentinya ingin membuat orang lain (terutama pasangan atau orang terdekat kita) menjadi seperti yang kita mau, menuruti mood kita. Atau mengingatkan saya pada tagline "careful what you wished for." Setelah orang itu menjadi seperti yang kita inginkan rasanya kita tidak pernah puas ingin mereka menjadi begini, begitu. Pada akhirnya kita hanya ingin mereka jadi dirinya sendiri, karena deep down inside, kita tau kita menyayangi mereka apa adanya mereka. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk berubah seperti ini atau itu, atau tanggapan mereka sesuai dengan suasana mood kita. Karena kita tidak akan pernah puas meminta seseorang untuk menjadi apa yang kita inginkan, karena mereka lebih menyenangkan menjadi apa adanya, menjadi diri mereka sendiri.


Quotes:
  • "I cannot help but write this for her, to tell her "I'm sorry for every word I wrote to change you, I'm sorry for so many things. I couldn't see you when you were here and, now that you're gone, I see you everywhere." One may read this and think it's magic, but falling in love is an act of magic, so is writing." (Calvin)
  • "In the luckiest, happiest state, the words are not coming from you, but through you. She came to me wholly herself, I was just lucky enough to be there to catch her." (Calvin)
  • "She's complicated. That's what I like best about her." (Calvin)
  • "I'm such a mess." (Ruby) "I love your mess." (Calvin)


0

The Hunger Games: Hope is the only thing stronger than fear.


 The Hunger Games
Director: Gary Ross (based on Suzanne Collins' book)
Stars: Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Stanley Tucci, Elizabeth Banks
Ratings: 7.2/10 (IMDB) 85% Certified Fresh (Rotten Tomatoes)

I watched The Hunger Games last year for the first time. And I already falling love with the story and falling love with Katniss Everdeen (also with Gale a.k.a Liam Hemsworth of course!). Finally, the sequel will out in June, called "Catching Fire", when Katniss and Peeta are going to play 75th Hunger Games again! They said 24 winner will play again in 75th Hunger Games (which I think this is just SICK!). The movie is playing on Fox Movies Premium this week (YAY!). So I'm making the resume about The Hunger Games.

***


The Hunger Games adalah sebuah perlombaan yang di adakan The Capitol, Panem, (somewhere in) North America setiap tahunnya yang pesertanya adalah remaja umur 12-18 tahun dari District 1 - 12. Ini merupakan salah satu penebusan 'dosa' bagi rakyat Panem pada Capitol setelah pemberontakan yang terjadi beberapa tahun silam. Juaranya hanya satu, yaitu ia yang masih hidup setelah semua finalis mati. Ini bukan game pembunuhan, tetapi bertahan hidup. Karena tanpa saling membunuh pun, game ini sudah dirancang oleh Capitol bahwa mereka tidak akan bertahan hidup disana. Bisa karena dehidrasi, keracunan, kedinginan, kelaparan, atau dimakan binatang buas. Yang semuanya sudah diatur oleh The Capitol.


Katniss menjadi volunteer karena adiknya yang masih 12 tahun terpilih untuk mewakili District 12 bersama Peeta. Dengan skill pemburunya, Katniss mendapatkan sponsor terbanyak saat itu. Banyaknya sponsor berarti banyaknya bantuan yang akan datang padanya pada saat game. The best scene adalah saat Katniss berusaha meng-impressed sponsor dengan panah yang tepat sasaran pada apel di lounge sponsors.


Ide cerita yang sangat bagus menurut saya, seperti gambaran negara yang rakyat kecilnya melakukan pemberontakan. Gambaran rakyat kecil yang menjadi bagian dari boneka pemerintahan. Sekali lagi, The Hunger Games adalah permainan bertahan hidup, bukan saling membunuh. Yang menang adalah dia yang dapat bertahan hidup bukan mereka yang paling kuat dan kejam. Adanya secercah harapan merupakan salah satu kekuatan untuk bertahan. Justru dengan berkelompok manusia dapat menjadi lebih kuat, nantinya alam yang akan menyeleksinya sendiri.

***

Quotes:

  • "I just keep wishing I could think of a way to show them that they don't own me. If I'm gonna die, I wanna still be me. Does it make any sense?" (Peeta Mellark)
  • "Okay, listen to me, you're stronger than they are. You are. They just want a good show, that's all they want. You know how to hunt. Show them how good you are." (Gale Hawthorne)
  • "Why do we have a winner? I mean, if we just wanted to intimidate the districts, why not round up twenty-four at random and execute them all at one? It would be a lot faster. Hope. It is the only thing stronger than fear. A little hope is effective. A lot of hope is dangerous. Spark is fine, as long as it's contained." (President Snow)
0

Julie & Julia: Based On Two True Story

Hello!
Finally, I'm back after few months hiatus. I was busy with my Thesis and everything :p. So, in last six months, I was doing my Thesis then I got an A! Straight A GPA in semester 7 hahaha (well actually it was because the subjects that I took were not that hard hehe). I was being Technical Support volunteer for Java Soulnation 2012 and Java Jazz 2013. Met some new people, great people, tired but so much fun. I also playing in my friend's short movie (for her Thesis) being an eating disorder-pregnant high school girl (and I have a scene when I only wore a tube top and covered with blanket! that was sooo awkward hahaha). Alsoooo.... I joined some competition like writing short story about social media to get my short story published in Sitta Karina's short story compilation book from Anak Asyik, and writing a review about book that I read to win The Casual Vacancy from Reading Walk. But I didn't win in both of those competition, well I knew I wasn't that good when writing the short story for Anak Asyik and not that lucky for the Reading Walk competition (but it's okay, because my mom bought me The Casual Vacancy after that! hihi). Back to my blooog, I'm gonna write about Julie & Julia (fyi, in Bahasa :p because my English isn't that good :p). Actually I watched this film since 2010 or 2011 but just re-watch this and got spare time to write.

***


Director: Nora Ephron
Stars: Meryl Streep, Amy Adams, Stanley Tucci
Ratings: 7,0/10 (IMDB) 75% Certified Fresh (RottenTomatoes)

Julie & Julia, film garapan Nora Ephron yang diangkat dari buku Julie Powell merupakan film yang manis, lucu, dan bikin lapeerrr! Bercerita tentang Julie Powell (seperti standar film Amerika lainnya) yang tidak menyukai pekerjaannya. Julie cukup senang memasak, so she did something she enjoys, cook. Tapi kali ini dia akan memasak setiap resep dari buku Julia Child "Mastering The Art Of French Cooking" dalam 365 hari, dengan tujuan akan memotivasi dirinya.


Kemudian film berganti ke cerita Julia Child pada tahun 1950-1960an. Julia Child yang baru ikut suaminya pindah ke Paris juga mencari kesibukkan untuk dirinya. Julia loves foods and eat, so she decided to joined cooking class in Le Cordon Bleu to learn French cooking. Plot film ini maju-mundur dari Julie lalu ke Julia. Kemudian ada kemiripan-kemiripan diantara mereka, seperti mereka punya target yang ingin dicapai dan suami yang sangat support hobi mereka.

Perlahan blog Julie Powell menjadi terkenal, dari mendapatkan 1-2 komentar sampai dibahas di The New York Times dan menarik para jurnalis serta publisher. Sedangkan Julia Child yang niat awalnya hanya ingin mengajar American woman to cook French cooking, ia diajak oleh kedua temannya untuk ikut menulis buku masakan tentang memasak makanan Prancis untuk wanita Amerika. Walau sempat ditolak oleh penerbit sasarannya, namun akhirnya penerbit Alfred A. Knopf tertarik untuk menerbitkan buku tersebut dengan merubah judulnya menjadi "Mastering The Art Of French Cooking" 


Menariknya, Julie dan Julia seperti punya kesamaan disini. Mereka sama-sama suka makanan, mereka suka masak, mereka bikin buku. Julie & Julia taught me that passion is something that keep you alive. Padahal awalnya target mereka sederhana, mau ngajar dan mau ngeblog satu tahun secara konsisten. Tapi begitulah kalau kita sudah hidup dengan passion kita, kesuksesan biasanya menyusul. Tentunya butuh ketekunan untuk jadi sukses. Julia memang sepertinya sudah berbakat dengan urusan makanan, tapi bukan berarti orang tidak pernah merendahkannya. Sedangkan Julie, tidak sekali dua kali masakannya hancur berantakan, dikecewakan, putus asa, sampai menerima kritik dari Julia Child sendiri. Tapi karena mereka menyukainya, mereka tidak berhenti belajar dan mencoba. Who cares with those people who break you down, what matters is you, how far you'll fight, what's inside your head. Ditambah mereka punya suami yang mendukung hobi mereka, makes everything sounds easier. Satu hal yang saya suka dari inti cerita ini: Do what you love, you will find joy and it keeps you alive.

***

Quotes:

  • "You are the butter to my bread, the breath to my life" (Paul Child & Julie Powell) 
  • "What is it you really like to do?" (Paul Child) "Eat!" (Julia Child) 
  • "Julia Child in your head is perfect" (Eric Powell)
0

Resensi Buku: Antologi Rasa


Hi, sekian lama nggak pernah nulis resensi buku lagi di blog. Ini resensi tentang salah satu novel favorite saya “Antologi Rasa” karangan Ika Natassa. Selain itu resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com . Untuk yang belum tau, ReadingWalk.com adalah online delivery book rental.

Ini cerita klasik tentang kaum urban yang sukses dalam karirnya, namun hidupnya terasa belum sempurna. Menghadapi persahabatan dan percintaan yang saling silang, kusut bak benang kusut antar tokohnya. Biasanya saya kurang suka dengan cerita yang menggunakan sudut pandang orang pertama karena ini berarti keseluruhan cerita terpaku hanya pada pemikiran seseorang. Tapi tidak dengan “Antologi Rasa.” Novel ini bercerita dari sudut pandang ketiga tokoh utamanya: Keara, Ruly, dan Harris yang tentunya menjadi obyek utama dari kemelut antara persahabatan dan cinta yang dibahas dalam buku ini. Dari sudut pandang yang berbeda, pembaca bisa melihat bagaimana pandangan sebuah cinta dan persahabatan dari segi perempuan dan laki-laki, dari seorang sederhana dan metropolis, dari lagu-lagu galau versi John Mayer sampai band-band pop melayu yang marak di acara TV lokal.

Dengan bahasa yang lugas khas pop metropolis, pilihan kata yang sangat baik, dialog yang lucu dan smart, serta alur yang mengalir, Ika berhasil membawa pembacanya ikut merasakan apa yang dirasakan atau apa yang dipikirkan tiap tokohnya. Realistis, tidak mengada-ada, namun tetap bisa merasakan ‘kegilaan-kegilaan’ orang yang jatuh cinta tapi bertepuk sebelah tangan. Meski beberapa umpatan kasar cukup banyak memenuhi buku ini yang mungkin untuk pembaca yang kurang suka dengan umpatan-umpatan tidak senonoh mengganggu.

Membaca novel ini saya bisa ikut merasakan kesedihan Keara (yang meski tangguh ternyata ada sisi mellownya juga), Harris yang setengah ‘gila’ kalau sudah berhadapan dengan Keara, ke-galau-an Ruly yang cinta banget sama Denise padahal Denise sudah bersuami sampai-sampai Ruly nggak pernah sadar kalau cewek nyaris sempurna kayak Keara setengah mati tergila-gila padanya. Walaupun hampir seisi buku isinya tentang ‘rasa’, tetapi Ika mengemasnya dengan baik dan tidak murahan. Mellow tapi realistis, sedih tapi nggak cengeng, dan sangat dewasa.

Inti ceritanya memang klasik, tapi dengan gaya penceritaan Ika yang bikin pembacanya bakal senyam-senyum sendiri atau mengumpat “anjir, bener banget!”, novel ini berhasil mengacak-acak emosi pembacanya serta merupakan salah satu cerita pop culture yang wajib dibaca. 

KETERANGAN BUKU:
Judul: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Bahasa: Indonesia
Genre: fiction, chicklit, drama, romance
Rating Goodreads: 3.69/5
ReadingWalk Shelf: http://www.readingwalk.com/book/antologi-rasa
1

'The Perks Of Being Wallflower' Review


Dear Friend,

I just finished “The Perks of Being Wallflower.” It was so good.
Meski di tengah-tengah gue agak boring, karena sebenarnya konflik yang diangkat cuma gitu-gitu aja. But, it was so real, apa ya… sangat remaja. Simple, tapi rumit.  Karena begitulah kira-kira problema di umur belasan tahun, nggak kurang, nggak lebih. Tentang persahabatan, family drama, dan dunia remaja lainnya kayak musik atau film atau drugs dan sex. Everybody wants to run from their life, while there are many people with bigger problem. Ini berbeda dengan cerita-cerita remaja biasanya yang bertumpu pada pertemanan, merebutkan sesuatu, atau high school craziness (ada yang popular, ada yang cupu, drugs, sex). Berbekal dari sudut pandang Charlie, while he was not wild but not a nerds either.

Gue suka Charlie.
Dia sangat polos, cerdas, sensitif, dan baik hati. Charlie punya selera musik dan film yang bagus dan suka literatur. Dan beberapa kali, saya bisa merasakan apa yang dirasakan Charlie. Seperti yang dia bilang, “I know Patrick will be around, … but I’m afraid he won’t want to spend time with me.” atau “I thought about the word ‘special.’ And I thought the last person who said that about was my Aunt Helen. I was very grateful to have heard it again. Because I guess we all forget sometimes. And I think everyone is special in their on way.” dan masih banyak lagi pikiran-pikiran atau rasa penasaran Charlie terhadap hal kecil yang setiap kali baca gue kayak yang, “Ha! Iya banget nih!” :))

Everybody loves him. Eventhough his relationship with his sister wasn’t that good (but not bad either!), but I can feel they loved each other, ‘cos they were family, and that just the way it is. When he was about to hug his sister because he felt so loved. When he hugged every family member, ‘cos he loved them very much. Or he cried when he felt guilty. He liked his teacher, because his teacher knew that he’s so intelligent, and the teacher told him that he was special. The way his teacher gave him books to read. The way he really loved his Aunt Helen.

These simple things are really touching. Because sometimes we forget that small simple things makes us happy and grateful. Like its said, “When all one requires is that perfect song on that perfect drive to feel infinite.” “But Charlie can’t stay on the sideline forever. Standing on the fringes of life offers a uniqe perspective.”

Since I lived in Indonesia, so the movie haven't appear in cinema, yet (probably won't). I really wanna watch the movie, because Emma Watson played as Sam and Logan Lerman as Charlie. And Rotten Tomato said it's fresh. :)
0

Easy A Line

Whatever happened to chivalry? Does it only exist in 80's movies? I want John Cusack holding a boombox outside my window. I wanna ride off on a lawnmower with Patrick Dempsey. I want Jake from Sixteen Candles waiting outside the church for me. I want Judd Nelson thrusting his fist into the air because he knows he got me. Just once I want my life to be like an 80's movie, preferably one with a really awesome musical number for no apparent reason. But no, no, John Hughes did not direct my life. - Olive Penderghast

This one is my favorite line in Easy A. Especially this line, "I want Judd Nelson thrusting his fist into the air because he knows he got me. Just once I want my life to be like an 80s movie. But no, John Hughes did not direct my life." Because I remember how Judd Nelson's character in The Breakfast Club and then he got Molly Ringwald in the end of film. Yeah, sweet,

Film-film 80-an yang disebutkan Olive punya scene-scene cukup sweet yang bikin kita terkenang-kenang setiap habis menontonnya (serta cuma bisa kita nikmati sambil mupeng-mupeng di film karena kalo terjadi di real life pasti jadi drama abis hahaha).

Dan di akhir scene, anti-klimaks yang bagus dan lucu, Todd (Penn Badgley) berdiri di depan rumah Olive kayak film Sixteen Candles, ngangkat mini speaker yang di colok ke mp3 player kayak John Cusack, lengkap dengan alat pemotong rumput kayak Patrick Dempsey, kemudian mereka motong rumput dan angkat tangan ke atas persis kayak Judd Nelson di The Breakfast Club. :-)
0

Stepmom: Be there for the joy. Be there for the tears. Be there for each other.


Director: Chris Colombus
Stars: Julia Roberts, Susan Sarandon, Ed Harris
Rating: 6.2/10

Stepmom adalah salah satu film Julia Robets favorite saya setelah Pretty Woman, Mona Lisa Smile dan Eat Pray Love.

Menceritakan Isabel Kelly (Julia Roberts), fotografer professional, gambaran perempuan modern, masa kini abis, yang menjalin hubungan dengan seorang duda dengan dua anak, Luke Harrison (Ed Harris). Tidak ada anak yang dapat dengan mudah merima bahwa orang tuanya berpisah dan salah satunya akan menikah dengan orang lain. Yang artinya akan ada orang lain masuk, dan berusaha menggantikan posisi ibu mereka. Belum lagi dengan ibu kandung mereka, Jackie (Susan Sarandon) yang tidak suka dengan Isabel. Berbeda dengan Isabel, Jackie adalah gambaran seorang ibu yang konservatif dan bijak. Isabel hanyalah seorang wanita karir yang belum siap untuk memiliki anak, namun keadaan memaksanya untuk masuk ke dalam keluarga Luke, yang berarti ia harus siap untuk mengurus dan mendidik anak.



Anna Harrison adalah seorang gadis belia yang pengetahuan dunia orang dewasanya sudah cukup banyak, namun tetap dengan keluguan anak kecil. Ia keras dan tidak akan pernah suka dengan Isabel. Berbeda dengan Ben Harrison, Ben hanya anak laki-laki dengan keluguannya tidak begitu mengerti akan komplikasi dunia orang dewasa. Ia cukup senang dengan Isabel, namun ia lebih menyayangi ibunya dan akan menuruti apapun yang diinginkan ibunya agar ibunya bahagia.

Kecemburuan Jackie membuatnya tak pernah menyukai Isabel, apapun alasannya. Ditambah lagi dengan ketidaksiapan Isabel untuk mendidik anak-anaknya. Namun dalam mendidik anak, tentu sebagai orang tua Jackie tidak bisa mendidik anak-anaknya tumbuh dengan rasa benci. Ia harus menjadi seseorang yang bijak, sebagai contoh, bahwa mereka harus menerima Isabel masuk dalam kehidupan mereka karena ayah mereka mencintainya. Ketika kanker yang menggerogotinya, hanya ada satu pilihan kemana ia harus menitipkan anak-anaknya kelak. Rasa takut menghantui apabila anak-anaknya melupakannya.


Seperti dongeng Cinderella, gambaran ibu tiri adalah wanita jahat yang tidak bisa menyayangi anak tirinya seperti anaknya sendiri. Tapi cerita ini berbeda. Film ini menggambarkan bagaimana sulitnya calon ibu tiri masuk ke sebuah keluarga. Bagaimana agar dia diterima. Dan mempersiapkan diri mengemban tanggung jawab barunya. Isabel memiliki perbedaan yang kontras dengan Jackie. Kedua wanita yang sebenarnya tidak saling suka ini harus men-kesampingkan perbedaan-perbedaan diantara mereka demi masa depan anak-anak mereka.

Film yang buat gue sangat menyentuh. Bagaimana seorang ibu yang harus membuang rasa insecure-nya sejenak demi menjadi contoh yang bijak bagi anak-anaknya. Bagaimana seorang perempuan muda mempersiapkan dirinya menjadi seorang ibu, dan sulitnya masuk dalam keluarga tersebut. Mantan istri yang tidak menyukainya, insecure karena posisinya. Anak-anak yang tidak pernah bisa menerimanya. Dan pada akhirnya, mereka harus menerima keadaan. Posisi Jackie yang divonis hidup tak lama lagi, mengharuskan ia dan anak-anaknya menerima Isabel, juga memaksa Isabel siap menjadi seorang ibu.

Mengutip komentar Glyn Ingram pada IMDB, "This is a film about a mental battle between two independent women, but it's also about tragedy and its consequences. It's much too soft round the edges for its own good, resulting in a movie that, whilst touching, sad and emotional, still lacks a little maturity."


Isabel: You know, I never wanted to be a mom. Sharing it with you... that's one thing. It's another to be looking over my shoulder for the next twenty years, knowing someone else would have done it better... someone else would have done it right.  
Jackie Harrison: What do you have that I don't?  
Isabel: You're Mother Earth, incarnate.  
Jackie Harrison: You're... hip, and fresh. 
Isabel: You ride with Anna.   
Jackie Harrison: You'll learn.  
Isabel: You know every story, every wound, every memory. Their whole life's happiness is wrapped up in you... every single second. Don't you get it? Look down the road to her wedding. I'm in a room alone with her, fixing her veil, fluffing her dress, telling her no woman has ever looked so beautiful. And my fear is she'll be thinking, "I wish my mom was here." 
Jackie Harrison: And mine is... she won't. 
Jackie Harrison: The thing is, they don't have to choose. They can have us both. I have their past, you can have their future.  


Ben Harrison: Mommy... 
Jackie Harrison: What, sweetie? Ben Harrison: If you want me to hate her I will.



0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com